Press "Enter" to skip to content

FSTM: Tolak Politisasi Masjid!

  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares
Pembagian Takjil #2019GantiPresiden oleh Relawan Korsa

Gerakan #2019GantiPresiden semakin memperluas aktifitasnya, dari semula hanya menyebar pengaruh melalui media sosial, dilanjutkan ke pembuatan kaos dan topi, meramaikan acara Car Free Day, melalui lagu dan yang terkini adalah pembagian takjil jelang berbuka puasa.

Pembagian takjil tersebut dilaksanakan di gerbang masuk Masjid Cut Mutia yang ada di Menteng, Jakarta. Tidak seperti pembagian takjil pada umumnya yang dilakukan di banyak tempat sepanjang bulan puasa, bungkus takjil berisi lontong, gorengan dan air mineral yang dibagikan di Masjid Cut Mutia ini diberi label #2019GantiPresiden.

Lebih menarik lagi, relawan Korsa (Komunitas Relawan Sadar Indonesia) yang membagi-bagikan takjil memasang dua buah bertuliskan “Takjil Gratis Buka Puasa #2019GantiPresiden.

“Program ini untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia bahwa tahun 2019 nanti Jokowi harus diganti, cukup sampai di situ saja,” tegas Amirullah Ramadhan, Ketua Korsa yang mengatakan kalau pembagian takjil #2019GantiPresiden akan berlangsung selama sebulan penuh dengan menyediakan 300 takjil setiap harinya.

Amirullah juga menambahkan bahwa kegiatan yang sama tidak hanya dilakukan di seputar Jakarta saja, tapi juga di berbagai daerah. “Insya Allah kita juga akan membagikan takjil di depan Istan Bogor, sebagai simbolis mengeluarkan Jokowi dari Istana Bogor.”

Korsa sendiri pada Pilpres 2014 merupakan relawan pendukung Jokowi. Namun dukungan tersebut mereka cabut karena menganggap Jokowi telah menyimpang dari Nawacita.

Gerakan yang dilakukan Korsa tersebut, membuat pihak Istana meradang. “Naudzubillahimindzalik. Apa saja yang bisa mereka lakukan, lakukanlah untuk menaikkan elektabilitas, mempopulerkan dan segala macam, silahkan saja. Mau nanti tarawih ganti presiden boleh, mau sholat subuh ganti presiden, salat malam ganti presiden, sesuka hatinya, sepuas hatinya,” kata Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden.

Pembagian takjil #2019GantiPresiden tersebut menurut Ngabalin bentuk ketidaksabaran kelompok oposisi. Tidak sabar dalam menunggu datangnya masa kampanye.

“Politik itu indah. Politik itu seni mengolah pikiran, hati dan rasa untuk perbuatan. Sabar-sabar sedikit kenapa sih, ada waktunya. Kalau semakin banyak gaya yang tidak rasional, nanti dinilai ‘kebelet banget berkuasa’,” kata Ngabalin.

Sementara itu, tanpa bermaksud untuk mengevaluasi secara khusus kegiatan pembagian takjil #2019GantiPresiden yang dilakukan relawan Korsa, Forum Silaturahim Takmir Masjid (FSTM) se-Jakarta menyatakan penolakan terhadap berbagai macam bentuk politisasi masjid.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan FSTM melalui ketuanya, Husni Mubarok Amir dalam sebuah diskusi bertema “Menolak Politisasi Masjid Upaya Mengoptimalkan Fungsi Masjid sebagai Pemersatu Umat dan Bangsa yang berlangsung pada 26/5/2018 di Jakarta Timur.

Menurut Mubarok, untuk mengembalikan masjid sebagaimana fungsinya, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan, yaitu: menjadikan masjid untuk membangun ekonomi umat, menjadikan masjid untuk menyatukan berbagai kelompok manusia dan tidak menggunakan masjid sebagai tempat untuk mencaci maki.

“FSTM mengajak seluruh stakeholder, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan partai, calon-calon Kepala Daerah beserta tim suksesnya untuk bersama-sama menjaga netralitas masjid agar tidak digunakan sebagai tempat kampanye dan kepentingan pragmatis lainnya,” kata Husni Mubarok. (AGK)

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *