Press "Enter" to skip to content

Muslim Uyghur Cina Dipaksa Makan Babi!

  • 25
  •  
  •  
  •  
  •  
    25
    Shares
Muslim Uyghur
Kamp Konsentrasi Muslim Uyghur di China

Kasus pelanggaran HAM di Cina yang mengorbankan etnis muslim minoritas masih berlanjut. Seperti seorang mantan tahanan berusia 42 tahun bernama Omir Bekalic yang menceritakan pengalamannya selama berada di kamp ‘pendidikan ulang’ kepada kantor berita daring yang bermarkas di Inggris independent.co.uk, pada Jumat 18 Mei 2018.


Bekalic yang merupakan seorang muslim Kazakhstan yang ditangkap oleh pemerintah Cina saat kedapatan memasuki perbatasan Cina dari Kazahkstan dengan maksud berkunjung ke orang tuannya pada 23 Maret 2017.

Ia sempat berada di rumah orang tuanya namun kemudian badan keamanan Cina menangkapnya dan menyeretnya ke Kantor Keamanan Umum Distrik Baijiantan, Karamay. Bekalic tak sendiri, ia ditangkap bersama 17 orang lainnya. Mereka dijebloskan ke dalam sel tahanan yang sempit.

Bekalic kemudian dituding membantu muslim Cina melarikan diri, setelah ditanyai mengenai pekerjaan dalam kondisi tangan dan kaki dirantai.

Saat berada di dalam sel tahanan, pihak berwenang Cina memaksa mereka untuk melepaskan Islam dan membenci Islam. Jika tidak menurut, para tahanan muslim untuk menyantap makanan haram, di antaranya babi dan juga minuman beralkohol. Selain itu, mereka juga disuruh untuk mengkritik diri sendiri, orang-orang yang dikasihi, dan dipaksa berterima kasih kepada Partai Komunis.


“Saat dia menolak mematuhi permintaan, Bekalic dipaksa berdiri menghadap dinding selama lima jam. Seminggu setelah itu, dia dikirim ke sel isolasi selama 24 jam tanpa makanan,” tulis ABC News.

Bekalic mengaku bahwa peristiwa tersebut masih menjadi trauma baginya. Ia bahkan sempat bepikir untuk bunuh diri karena tekanan fisik dan mental yang harus dihadapi.

Saat ini Bekalic telah dibebaskan semenjak kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Kazakhstan. Diperkirakan ada sekitar satu juta muslim minoritas di Cina yang pernah dijebloskan ke dalam kamp-kamp tahanan  di wilayah Xinjiang. Penahanan ini bertujuan untuk mencuci kepercayaan para tahanan untuk mendukung ideologi Cina.

Namun pejabat-pejabat di Xinjiang menolak untuk memberi tanggapan terkait keberadaan kamp dan tahanannya. Sejumlah media mengatakan bahwa langkah pemerintah Cina ini demi menekan dan menghilangkan ancaman wilayah Xinjiang yang dihuni muslim Uyghur yang disebutnya sebagai bagian dari separatisme dan ekstremisme Islam.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.