Press "Enter" to skip to content

Tsamara Amany Lantang Ketika Fadli Zon Cuitkan “Planga Plongo”, Diam Ketika..

  • 13
  •  
  •  
  •  
    13
    Shares
Tsamara Amany Diam Ketika Jokowi Dihina Warga Keturunan

Video anak milenial yang menghina Jokowi dengan durasi 19 detik baru-baru ini viral di sosial media. Biasanya Tsamara Amany sebagai ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sangat vocal membela Jokowi jika ada yang menghinanya, seperti yang pernah terjadi saat Fadli Zon menyebut “Indonesia membutuhkan pemimpin seperti Vladimir Putin dan bukan pemimpin yang banyak ngutang, enggak planga-plongo”. Namun dalam kasus ini, PSI tidak terdengar suaranya.

Dalam video yang diunggah, pelaku yang masih berumur 16 tahun memaki dan berkata kasar akan membunuh Jokowi. Tak hanya itu, anak berinisial RJ tersebut mengaku akan membakar rumah Jokowi.

RJ juga terang-terangan menyebut Presiden Jokowi gila serta mengancam akan membakar rumahnya, lalu menantang polisi untuk mencarinya dalam waktu 24 jam.

Dengan hinaan yang tak tanggung-tanggung seperti itu, adalah aneh bagi masyarakat jika PSI tidak ikut bersuara, mengingat masih segar dalam ingatan ketika Tsamara Amany berkomentar bahwa cuitan Fadli Zon yang terkesan tidak sopan dengan mengatai Jokowi ‘planga-plongo’ adalah hal yang menyakiti hati rakyat Indonesia.

“Menggambarkan Presiden yang didukung mayoritas rakyat sebagai ‘planga-plongo’ pada dasarnya adalah penghinaan yang sama sekali tidak pantas,” ujar Tsamara Amany saat itu. “PSI menilai sangat tidak layak seorang Wakil Ketua DPR mengeluarkan pernyataan yang sedemikian melecehkan terhadap kepala negara.”

Diamnya Tsamari Amany dan partai yang menaunginya terhadap kasus video yang menghina Jokowi ini menimbulkan tanda tanya di benak masyarakat. Sebagai partai koalisi, masyarakat berharap PSI akan mengeluarkan pernyataan pembelaan. Akan tetapi tak ada pembelaan apa pun dari PSI, termausk dari Tsamaa Amany yang sebelumnya selalu siap untuk membela.

Karenanya, timbul kecurigaan mengenai idealisme PSI. Bagaimana sesungguhnya PSI memandang sebuah kasus penghinaan terhadap Jokowi patut dibela atau tidak? Kadar hinaan seperti apa yang mampu membuat PSI bereaksi cepat untuk membela Jokowi? Pertanyaan-pertanyaan ini menggiring opini publik ke dugaan bahwa partai yang masih tergolong baru tersebut sedang memperlihatkan dualismenya dalam menanggapi kasus penghinaan terhadap Jokowi.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.