Press "Enter" to skip to content

Muslim Uyghur Dipaksa Mengingkari Islam Selama di Kamp

  • 14
  •  
  •  
  •  
  •  
    14
    Shares
Uyghur
Pemerintah Komunis China Menekan Bangsa Uyghur Meninggalkan Kepercayaan Mereka

Radio Free Asia menyebutkan bahwa ada tahanan yang tidak dapat mengingat semua lirik lagu kebangsaan lalu dicaci akan keodohan mereka. Karena hal tersebut mereka diancam akan ditahan di kamp pendidikan ulang selama enam bulan hingga lima tahun jika mereka tidak bisa mengingat semua kata-kata dalam waktu empat hari. Dalam kasus yang lebih serius lagi, mereka dijebloskan ke dalam sel tahanan dengan kondisi berjejalan, sanitasi yang buruk, tanpa perlindungan hukum apa pun.

Para tahanan belajar bahasa Mandarin dan lagu kebangsaan yang liriknya berisi pujian pada kebajikan sosialisme Cina. Mereka dipaksa untuk mengingkari Islam, mengkritik diri sendiri dan oang yang dikasihi, serta memuji partai komunis dengan berapi-api.

Selama berjam-jam, mereka akan belajar bernyanyi yang salah satunya berbunyi, “Kami akan menentang ekstremisme, kami akan menentang separatisme, kami akan menentang terorisme.

Baca juga: Pemerintah Komunis China Tindak Keras Keberadaan Patung-Patung Religius di Ruang Publik

Sementara itu jika waktunya makan tiba, mereka melantunkan “Terima kasih pestanya! Terima kasih ibu pertiwi! Terima kasih Presiden Xi!”

Kamp penahanan dipasang kamera pemantau sehingga segala gerak-gerik tahanan dapat diawasi. Pelanggaran yang diperbuat bisa mendatangkan hukuman berjam-jam dan penghilangan jatah makan. Kekerasan sering terjadi dengan berbagai alat penyiksaan.

Kekejaman tersebut membuat mental para tahanan rusak hingga beberapa diketahui merasa ingin bunuh diri akrena tidak tahan. Sementara tahanan yang mau mengikuti dan tunduk pada perintah dapat dibebaskan dari program tersebut ketika dianggap cukup “aman”.

Karenanya diperkirakan akan ada reaksi agama yang  berpotensi besar terjadi di masa yang akan datang karena hukuman yang kejam yang mereka alami ini. Ada pula yang beranggapan bahwasannya Beijing memang sedang dalam langkah memusnahkan Islam di XUAR, mengingat efek psikologis, ekonomi dan sosial yang begitu besar ditanggung banyak orang secara bersamaan.

Sesungguhnya ini adalah “solusi akhir” Cina dalam menghilangkan yang mereka sebut ekstremisme Islam. Namun ironisnya, meskipun dalam jalur berbeda, mereka membuat solusi tersebut berjalan dengan contoh ekstrem yang menginjak-injak hak asasi manusia, memaksa mengubah keyakinan agama dan pandangan politik, serta mendukung kekerasan.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.