Press "Enter" to skip to content

Pesan Politik Dibalik Naiknya Pangkat dan Gaji Megawati

  • 36
  •  
  •  
  •  
    36
    Shares
Megawati dan Jokowi

Dinaikkannya status Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) menjadi Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Perpres No.07 Tahun 2018 membuat pangkat Megawati Soekarnoputri boleh dibilang naik, karena dengan posisinya sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP, kini jabatannya setingkat menteri.

Meningkatnya jabatan Megawati tersebut disusul dengan pemberian gaji yang selangit 2 bulan kemudian, tepatnya setelah Perpres No.42 Tahun 2018 mengatur tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Pimpinan, Pejabat dan Pegawai BPIP, diteken oleh Presiden.

Naiknya pangkat dan jabatan dari Ketua Umum PDI-P itulah yang menimbulkan kecurigaan sejumlah pihak bahwa ada pesan politik dibalik itu semua, mengingat Pilpres 2019 sudah di depan mata dan Megawati memiliki kewenangan yang sangat kuat dalam mengatur arah politik partai berlambang kepala banteng tersebut.

“Pikirannya sudah Pilpres terus, termasuk peningkatan status dari UKP-PIP menjadi BPIP ini. Langkah tersebut untuk memuluskan dukungan dari Ibu Megawati untuk Pilpres 2019,” papar Wakil Ketua Umum Gerindra, Ferry Julianto.

Karena itu menurut Ferry wajar jika banyak pihak yang menilai bahwa keputusan Jokowi tersebut bertujuan untuk memuluskan langkahnya dalam Pilpres 2019.

Pendapat senada juga disampaikan oleh Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera. Dia menganggap kebijakan Jokowi terkait perubahan status UKP-PIP menjadi BPIP merupakan bentuk politik balas jasa dari Jokowi ke Megawati.

“Wajar kalau Bu Mega naik pangkat, karena beliau yang mengantarkan Pak Jokowi jadi presiden dan mencalonkan kembali pada Pilpres 2019,” kata Mardani. Selain itu, Ketua DPP PKS ini juga mempertanyakan perubahan UKP-PIP menjadi BPIP, karena menurutnya kebijakan tersebut debatable disebabkan kinerja lembaga masih belum dapat dirasakan.

Sorotan tajam juga disampaikan oleh Hendri Satrio, Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina. “Jelas terlihat kalau Jokowi sedang merayu Megawati karena tahu posisi elektabilitanya kurang baik. Selain itu dia juga nanam budi, agar saat menentukan cawapres dia tidak terlalu tersandera,” ungkap Hendri.

Oleh sebab itu kebijakan yang diambil Jokowi menurut Hendri berdasarkan emosional.  Pembentukan UKP-PIP dulu dilakukan setelah Ahok kalah dalam Pilgub DKI serta banyaknya persoalan bangsa, sedang peningkatan status UKP-PIP menjadi BPIP karena ingin merayu tokoh-tokoh bangsa.

Padahal menurut Hendri bukan itu yang dibutuhkan masyarakat, “Masyarakat butuh tindakan konkrit, seperti memperkuat perekonomian dan toleransi. Itu yang dapat mengangkat Jokowi. Kalau dengan mengangkat Megawati dapat menyelesaikan permasalahan tersebut, silahkan saja. Tapi lain kali, kalau mau bikin lembaga, lakukan perencanaan dengan benar. Jadi objektifitasnya jelas, nggak ngangkat-ngangkat terus,” kritik Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina ini.

Menanggapi kecurigaan sejumlah pihak terhadap naiknya pangkat dan gaji Megawati, para politisi dari parpol pendukung Jokowi melakukan pembelaan. Andreas Hugo Pareira dari PDI-P menyampaikan bahwa perubahan tersebut bukan soal ‘pangkat’ melainkan didasari atas penilaian akan pentingnya peran BPIP.

“Bu Mega sudah tidak lagi mengutamakan pangkat. Beliau sudah pernah menjadi anggota DPR, wapres bahkan menjadi presiden,” kata Andreas.

Johnny G Plate dari Nasdem juga berpendapat sama dan meminta agar jabatan Megawati di BPIP tidak dikait-kaitkan dengan persoalan politik, apalagi dihubungkan dengan posisinya sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan.

“Ditingkatnya status, tujuannya agar lembaga yang mengurus ideologi negara kedudukannya semakin tinggi. Nggak ada urusannya dengan jabatan,” kata Johnny.

Sedang politisi dari PPP, Arwani Thomafi berpendapat, naiknya status lembaga dari UKP-PIP menjadi BPIP menunjukkan keseriusan dari pemerintah dalam upaya untuk menguatkan ideologi Pancasila.

“Ini bukan urusan politik praktis, apalagi politik balas budi. Ini masalah politik kebangsaan,” ujar Arwani. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.