Press "Enter" to skip to content

Blokir Follower Akun Twitter, Mahfud MD Anti Kritik?

  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares
Mahfud MD

Nama Mahfud MD dalam satu minggu terakhir menjadi sorotan publik. Pertama karena posisinya sebagai Anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) yang membuatnya menerima gaji melebihi Presiden yaitu sebesar Rp.100.811.000.

Kedua karena dalam beberapa hari terakhir banyak akun follower di twitter yang dia blokir karena menyampaikan pandangan yang berbeda dengan dirinya. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengakui, dalam dua hari sudah ada 27 akun yang dia blokir dalam

Tindakannya yang memblokir follower akun twitter itulah yang membuatnya banyak menuai kritik dari warganet. Banyak pendapat bernada negatif yang ditujukan kepadanya. Ada yang menganggap Mahfud anti kritik, tidak pantas disebut negarawan, tidak layak menjadi Anggota Dewan Pengarah BPIP karena tindakannya tidak mencerminkan Pancasila, dan berbagai pendapat lain yang menyudutkan.

Menanggapi cuitan-cuitan  bernada negatif tentang dirinya di twitter, Mahfud pun tidak tinggal diam. Dia melakukan pembelaan dengan menjelaskan melalui akun twitternya tentang alasan dia memblok beberapa follower akun twitter.

Melalui akun @mohmahfudmd, pada 25/5/2018 dia menulis bahwa Tuips yang sehat tidak boleh terpancing oleh buzzer, karena banyak buzzer yang seakan-akan mendukung Jokowi atau mendukung Prabowo, tapi pada dasarnya hanya untuk mngadu domba.

Melalui cuitan pula, sebelumnya Mahfud mengungkapkan rasa prihatin melihat fenomena politik, dimana terjadi semacam permusuhan antara pendukung Jokowi dengan pendukung Prabowo yang sampai menimbulkan pertengkaran dan melanggar sopan santun serta etika. Padahal, silaturahim antara Jokowi dengan Prabowo terbangun dengan baik.

Mahfud juga membela diri bahwa akun-akun yang dia blok adalah akun-akun yang hanya ingin mengajak debat kusir dan memancing suasana agar menjadi panas.

Baginya, akun twitter miliknya adalah rumahnya di dunia maya yang harus dia jaga kebersihannya dari sampah-sampah. Karena rumahnya sendiri dan bukan media umum, maka dia merasa tidak bersalah jika memblok akun followernya.

Terhadap akun follower yang dia blok karena berkomentar tentang gaji yang dia diterima sebagai Anggota Dewan Pengarah BPIP, disbabkan karena pemilik akun tersebut tidak bermaksud mencari kebenaran dari apa yang telah dia jelaskan, melainkan sengaja mengajak bertengkar.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga menganggap apa yang dia lakukan tidak melanggar demokrasi karena dia memblokir di akun pribadinya dengan tujuan agar bersih dari akun-akun sampah.

(AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.