Press "Enter" to skip to content

Aktivitas Muslim Xinjiang di Bawah Pengawasan Pemerintah Cina

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Militer China
Militer China di Kawasan Xinjiang

Chen Quanguo ditunjuk sebagai sekretaris partai komunis pada Agustus 2016 untuk menggantikan Zhang Chunxian yang dinilai terlalu lembek untuk menangani sejumlah insiden kekerasan. Di mata Beijing, Chen tak melakukan kesalahan yang sama karena Chen sangat keras dalam memperlakukan muslim.

Kampanye ‘Strike Hard’ Chen mendapatkan persetujuan penuh dari  Partai Komunis Cina dan Presiden Xi Jinping yang memperkenalkan kebijikan di mana agama harus tunduk kepada ideologi sosialis. Partai komunis memiliki tiga hal yang harus diperangi yakni yang disebut separatisme, terorisme, dan ekstremisme.


Untuk mendukung kampanyenya, Chen menggunakan teknologi canggih seperti kamera pengintai, pengenalan wajah, database DNA, dan biometrik. Xinjiang telah berubah menjadi tempat yang selalu menebar ketakutan.

Kamp-kamp pendidikan ulang yang dibangun mengingatkan pada kamp-kamp konsentrasi yang dibuat Nazi Jerman saat ingin membasmi kaum Yahudi dari tanah mereka.

ChinaAid, organisasi nirlaba yang berada di Texas mengutip, “Saat ini pemerintah Cina telah secara rasis melabeli warga ini, menuduh warga yang tak bersalah sebagai koneksi teroris atau menyebarkan ideologi teroris untuk tindakan yang sangat remeh seperti mengirim pesan yang tak berbahaya kepada teman-temannya melalui media sosial. Saat ini mereka tengah dibatasi untuk pergi ke luar negeri, dan banyak yang menderita karena siksaan di jaringan ‘pelatihan politik’ dan ‘anti-ekstremis’.”

Pemerintah secara sengaja tengah meredam praktik-praktik agama Islam. Laporan mengatakan bahwa para muslim disuruh untuk memakan makanan yang haram. Pemilik toko dipaksa untuk mencampurkan makanan yang haram dan yang halal dan siapa yang bertanya mengenai kandungan makanan tersebut akan ditangkap. Selian itu adanya larangan berpuasa di bulan Ramadan, dan menyuruh pemilik toko untuk berjualan minuman beralkohol.

Maya Wang selaku peneliti senior di Human Rights Watch berujar, “Keluarga-keluarga muslim di Xinjiang saat ini benar-benar makan dan tidur di rumah mereka sendiri dengan pengawasan negara. Praktik-praktik asimilasi paksa Cina yang sangat invansif terhadap Muslim tidak hanya melanggar hak-hak dasar, namun juga cenderung menumpuk kebencian di wilayah tersebut. Pihak berwenang Xinjian harus segera mengakhiri kampanye ‘Strike Hard’ dan semua pelanggaran terkait.”

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *