Press "Enter" to skip to content

Kader Geruduk Kantor Radar Bogor, Ini Pernyataan Politikus PDI-P

  • 25
  •  
  •  
  •  
  •  
    25
    Shares
Arteria Dahlan

“Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp.112 juta”, judul itulah yang menghiasi halaman Radar Bogor pada edisi 29/5/2018. Akibatnya, sehari kemudian Harian ini digeruduk oleh ratusan kader PDI-P yang membuat keributan serta merusak beberapa fasilitas seperti meja aula dan tempat sampah.

Mereka menuntut agar pihak RADAR BOGOR melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan tersebut serta memuat permintaan maaf satu halaman penuh, karena berita tersebut dinilai tendensius.

Menanggapi aksi para kader tersebut, politisi PDI-P, Bambang Wuryantoro alias Bambang Pancul mengatakan bahwa apa yang dilakukan kader dan simpatisan PDI-P merupakan  bentuk dari kekesalan kader dan simpatisan karena pemberitaan yang tidak seimbang.

“Ada ikatan emosional antara kami dengan Ibu Ketua Umum. Ibu Megawati adalah ibu kami. Kalau ibu kami dihina dan dilecehkan, kira-kira apa yang akan terjadi? Saya khawatir itu kantornya rata dengan tanah,” tegas Bambang.

Pendapat yang lebih lunak disampaikan oleh politisi PDI-P yang lain, Arteria Dahlan. Menurutnya, DPP PDI-P akan menggali fakta terkait peristiwa tersebut. “Kita sedang mencari fakta. Kita lihat bagaimana fakta hukumnya,” kata Arteria pada 31/5/2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Untuk memperoleh gambaran dari peristiwa tersebut, tambah Arteria, beberapa pihak sudah dipanggil untuk memberikan klarifikasi. “Beberapa teman memang sudah kita panggil untuk memberikan klarifikasi, sehingga DPP memperoleh gambaran yang konkrit sebelum menyikapinya.”

Terkait ada tidaknya sanksi yang akan dijatuhkan kepada kader dan simpatisan, politisi PDI-P ini belum dapat memastikan. “Kita masih akan melihat fakta hukumnya. Tidak mungkin kan kejadian akan terjadi tanpa ada sebab dan alasan. Makanya kita akan menggali fakta terlebih dahulu, baru kemudian melakukan penindakan.

Pendapat lainnya disampaikan oleh Eva Kusuma Sundari yang juga politikus PDIP. Bagaimanapun juga aksi penggerudukan yang dilakukan kader dan simpatisan PDI-P, menurutnya patut disesalkan, karena semua pihak seharusnya dapat saling menjaga suasana yang kondusif.

Namun, tidak ada asap tanpa api. Aksi penggerudukan tersebut, kata Eva, dipicu oleh upaya provokatif yang dilakukan media. “Saya sangat menyesali peristiwa tersebut. Namun, kewajiban menjaga situasi yang kondusif berlaku untuk semua pihak, bukan hanya teman-teman dari PDI-P. Karena adanya aksi maka timbul reaksi,” ujar Eva.

“Aksi tendensius yang dilakukan media, berdampak provokasi pada teman-teman PDI-P. Menggeruduk memang salah, tapi penulisan yang provokatif juga salah. Karena media seharusnya memiliki politik pemberitaan yang pro perdamaian dan tidak diframe berat sebelah,” papar Eva. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.