Press "Enter" to skip to content

Koalisi Keumatan Bakal Jadi Penantang Petahana?

  • 27
  •  
  •  
  •  
  •  
    27
    Shares
Habib Rizieq, Prabowo Subianto, Amien Rais dan Slamet Maarif

Silaturahim yang dilakukan Prabowo Subianto dan Amien Rais ke tanah suci Mekkah untuk mengunjungi Pembina Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Rizieq Shihab, semakin menguatkan wacana pembentukan koalisi keumatan antara Gerindra, PKS, PAN dan PBB.

Pasalnya, selain nama Prabowo masuk dalam daftar nama Capres yang direkomendasikan PA 212 dalam Rapat Koordinasi Nasional yang digelar di Cibubur Jakarta pada 29/5/2018 yang lalu, pada acara silaturahim tersebut Rizieq Shihab juga menyeruhkan agar Koalisi Keumatan dapat sesegera mungkin direalisasikan lewat deklarasi terbuka.

Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan Ketua Umum PA 212, Slamet Maarif, seruan untuk mendeklarasikan koalisi keumatan diharapkan sudah dapat terealisasi sebelum deklarasi capres dan cawapres.

“Tujuannya adalah, persatuan umat Islam yang sudah tergalang dalam spirit 212 dapat tetap terjaga dengan baik sehingga memberi dampak pada kemenangan Pilkada Serentak, Pileg dan Pilpres 2019,” kata Slamet Maarif dalam keterangan tertulis.

Seruan Rizieq Shihab yang mendorong agar koalisi keumatan dapat sesegera mungkin dideklarasikan secara terbuka sebelum pelaksanaan deklarasi capres dan cawapres, menurut Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra merupakan hal yang positif karena dampaknya sangat besar dalam pemenangan Pilkada Serentak, Pileg maupun Pilpres.

“Memang  ada semacam persamaan aspirasi dengan waktu Pilkada DKI serta Pilkada lain di beberapa tempat di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera Utara. Jadi ini prosesnya menurut saya bukan baru melainkan sudah lama,” kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta.

Wakil Ketua DPR-RI ini juga menjelaskan bahwa untuk mendeklarasikan secara terbuka koalisi keumatan hanya tinggal menunggu waktu karena hubungan yang terbangun antara Partai Gerindra, PKS dan PAN selama ini sudah cukup solid, sehingga tinggal mengajak PKB dan Partai Demokrat.

Sedang terkait dengan nama-nama calon presiden yang direkomendasikan PA 212 yaitu Rizieq Shihab, Prabowo Subianto, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, Yusril Ihza Mahendra serta Zulkifli Hasan, menurut Fadli semuanya memiliki elektabilitas yang tinggi.

“Namun yang paling realistis menurut saya Pak Prabowo untuk dicalonklan sebagai capres, karena dari hasil semua survey hanya ada dua nama yang tertinggi (Jokowi dan Prabowo),” ungkap Fadli Zon. Sementara untuk cawapres menurutnya bisa dibicarakan bersama-sama dengan mempertimbangkan faktor elektabilitas serta plus dan minusnya.

Seruan Rizieq Shihab untuk sesegera mungkin mendeklarasikan koalisi keumatan, diapresiasi oleh Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera yang juga menyampaikan kalau partainya terbuka terhadap kemungkinan dibangunnya koalisi keumatan jelang Pilpres 2019.

“Usulan, komitmen dan perhatian Habib Rizieq tersebut kita apresiasi, karena sejak jauh hari memang sudah ada keinginan untuk membangun koalisi tersebut. Bahkan jauh sebelum pertemuan Habib dengan tokoh-tokoh di Mekkah, karena memang sudah ada Sekber, kantor, ketua serta sudah dideklarasikan,” kata Hidayat Nur Wahid.

PKS menurutnya juga sudah mempelajari rekam jejak semua kandidat capres yang direkomendasikan PA 212 dan dalam penilaiannya figur-figur tersebut merupakan tokoh-tokoh yang sudah lama menjadi perbincangan publik, utamanya umat Islam.

Doktor lulusan Universitas Islam Madinah ini juga mnyampaikan perlunya konsolidasi dari masing-masing parpol yang memiliki peluang membentuk koalisi keumatan, karena dalam Undang-Undang yang mengatur Pilpres disebutkan bahwa  Presidential Thresold atau syarat untuk mengajukan capres dan cawapres harus memiliki minimal 20 persen suara. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.