Press "Enter" to skip to content

Pemerintah kembali langgar Janji Jokowi!

  • 20
  •  
  •  
  •  
  •  
    20
    Shares
Pemerintah kembali langgar janji kampanye Jokowi

Untuk kesekian kalinya pemerintah melakukan hal-hal yang berlawanan dengan apa yang pernah di janjikan oleh Joko Widodo pada kampanye pilpres 2014 lalu.

Jokowi, sapaan akrabnya saat berkampanye menegaskan janjinya tidak akan menambah utang. Sementara dalam menghadapi utang yang saat itu tengah menumpuk, Jokowi menanggapinya dengan ringan.

“Kalau utang ya dibayar”

Tim Ekonomi Jokowi secara tegas memperkuat pernyataan Jokowi saat itu bahwa pasangan Jokowi-JK berjanji tidak akan berhutang lagi. Tidak akan ada pinjaman utang keluar negeri untuk membiayai proyek infrastruktur.

“Kita mau mandiri, sehingga segala bentuk proses pembangunan pendidikan, infrastruktur harus menggunakan dana sendiri. (Jokowi-JK) menolak bentuk utang baru supaya bisa mengurangi beban utang setiap tahun,” ujar Tim Jokowi-JK, Tjahjo Kumolo, 2014 lalu.


Bank Dunia Pinjamkan US$ 300 Juta untuk Sektor Pariwisata
Beredarnya kabar bahwa Bank Dunia akan mengucurkan pinjaman sebesar US$ 300 Juta untuk Sektor Pariwisata mendapatkan tanggapan dari Heri Gunawan, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra.

Ia menyatakan agar pemerintah berhati-hati menyikapi pinjaman tersebut, mengingat APBN saat ini sudah sangat terbebani dengan pembayaran jatuh tempo utang yang sangat besar.

Berdasarkan info dari rilis.id, Heri Gunawan mengungkapkan bahwa utang pada 2018 sudah mencapai sebesar Rp. 390 Trilyun, dan akan diprediksi pada 2019 nanti meningkat menjadi Rp. 420 Trilyun.

Politisi Partai Gerindra ini menghimbau pemerintah untuk berhati-hati. Jika opsi pinjaman dari Bank DUnia tidak bisa dihindari, makan harus ada master plan dan roadmap yang bagus yang meliputi reformasi birokrasi untuk menyambut pinjaman tersebut. Hal ini juga harus memuat dampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan SDM yang profesional, hingga proyeksi pemasukan devisa yang lebih besar setelah adanya pinjaman ini.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *