Press "Enter" to skip to content

Mempersoalkan Target Pengumpulan Zakat BAZIS DKI

  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares
Anies Baswedan
Anies Baswedan

Dinginnya suasana bulan suci Ramadhan dipanaskan oleh postingan Surat Edaran kelurahan kepada RT di DKI Jakarta, yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan Gerakan Amal Sosial Ramadhan (GAR) dari BAZIS (Badan Amil, Zakat, Infaq dan Shadaqah) DKI Jakarta.

Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Kelurahan Joglo Jakarta Barat dan Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan tersebut menjadi viral di media sosial, karena mentarget setiap RT untuk dapat mengumpulkan zakat minimal sebesar Rp.1 juta.

Dalam surat tersebut juga disebutkan apabila RT menghilangkan GAR dari BAZIS maka diharuskan membayar denda sebesar Rp.1 juta.

Menanggapi viralnya postingan Surat Edaran di sosial media, Agus Gunawan, Lurah Cilandak Barat membenarkan bahwa surat tersebut diedarkan ke 144 RT di wilayahnya. Dia juga tidak mengelak mentarget Rp.1 juta untuk setiap RT karena tujuannya untuk membri semangat pihak RT.

Namun demikian, jika ada RT yang tidak dapat memenuhi target, pihak Kelurahan menurut Agus tidak akan memberikan sanksi karena Surat Edaran tersebut sifatnya adalah himbauan dan bukan keharusan.

Sedang sanksi denda Rp.1 juta apabila pihak RT menghilangkan GAR dari BAZIS, dimaksudkan untuk mendisiplinkan Ketua RT, karena pihak kelurahan khawatir dana yang telah terkumpul disalahgunakan.

“Itu untuk mengantisipasi agar tidak disalahgunakan dan agar penerimaan zakat, infaq dan shadaqah dapat mencapai target penerimaan,” terang Agus.

Viralnya Surat Edaran yang membuat panas suasana di bulan suci Ramadhan tersebut, akhirnya direvisi oleh Kelurahan Cilandak Barat. Kalimat yang mentarget setiap RT harus dapat mengumpulkan zakat senilai minimal Rp.1 juta dan denda Rp. 1 juta bagi yang menghilangkan GAR dan BAZIS akhirnya dihapus.

Sebagai gantinya, pihak kelurahan menambahkan kata Rp.138 juta yang harus disetorkan Kelurahan Cilandak Barat ke BAZIS untuk program GAR 2018.

Terkait target sebesar Rp.1 juta per RT yang ditetapkan kelurahan Cilandak Barat dan Kelurahan Joglo, Zahrul Wildan, Kepala BAZIS DKI Jakarta mengatakan bahwa untuk map GAR tahun 1439 Hijriyah atau tahun 2018, tidak ada ketentuan dari BAZIS yang mengharuskan setiap RT mengumpulkan minimal Rp.1 juta.

BAZIS hanya  menghimbau agar semua lurah dapat menggerakkan warganya untuk membayar zakat melalui BAZIS, sebagaimana himbauan dari Gubernur DKI Jakarta.

“Kita hanya menghimbau saja. Tidak menentukan harus terkumpul Rp.1 juta per-RT,” ungkap Zahrul pada 3/5/2018. BAZIS juga tidak memberlakukan denda Rp.1 juta apabila ada RT yang menghilangkan map untuk mengumpulkan dana dari BAZIS.

Hanya saja, RT yang menghilangkan map tersebut harus menyerahkan surat pernyataan dari Kepolisian yang menyebutkan bahwa map benar-benar hilang. Jadi pemberlakukan denda Rp.1 juta merupakan kebijakan yang diambil sendiri oleh pihak kelurahan.

Menanggapi tudingan negatif terkait viralnya Surat Edaran tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa surat himbauan yang dia keluarkan tidak menyebut tentang jumlah zakat yang harus terkumpul. Namun berupa himbauan agar warga menunaikan kewajibannya sebagai umat Islam dengan membayar zakat melalui BAZIS.

Anies juga menyampaikan, pengumpulan zakat senilai Rp.1 juta per-RT tidak sulit untuk diperoleh, namun memang tidak elok jika ditulis di Surat Edaran yang disampaikan oleh Lurah kepada RT.

“Nggak perlu ditulis juga pasti melewati target Rp.1 juta kok. Cuma saat ditulis, menjadi enggak elok,” kata Gubernur DKI Jakarta ini di Kantor Badan Pertanahan Nasional, Jakarta Selatan pada 4/6/2018. (AGK)

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *