Press "Enter" to skip to content

Trump Akan Gelar Iftar di Gedung Putih setelah Tahun Lalu Absen

  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares
Trump akan gelar Ifthar bersama di Gedung Putih

Presiden Amerika, Donald Trump, akan menggelar iftar di Gedung Putih setelah tahun lalu absen dari tradisi yang selalu dilakukan para presiden terdahulunya untuk mengormati bulan suci Ramadan.

Iftar diperkirakan akan dilakukan pada hari Rabu (06/06/2018) dengan daftar tamu yang belum diketahui.

Trump memiliki sejarah yang panjang dalam membuat komentar miring soal muslim. Selama kampanyenya, Trump mengatakan pada seorang wartawan, “Saya pikir Islam membenci kita.”

Dia berulang kali selama bertahun-tahun menyindir Presiden Barack Obama mungkin seorang muslim. Pada tahun 2015 dia berkoar akan mempertimbangkan soal penutupan masjid. Di akhir tahun itu dia menyerukan perintah untuk memblok muslim yang ingin memasuki Amerika Serikat. Selain itu, selama menjabat sebagai presiden dia pun mengeluarkan serangkaian larangan perjalanan yang menargetkan negara-negara muslim.

“Trump telah mengangkat orang-orang yang memiliki karir karena Islamophobia. Dia telah secara terang-terangan menyebarkan kebencian kepada muslim yang menyebabkan banyak kasus penyerangan, bullying, dan diskriminasi. Dia telah memberlakukan kebijakan yang secara nyata menyakiti hati umat muslim di dalam dan luar negeri,” tulis Ziad Ahmed, seorang mahasiswa aktivis di Yale yang menghadiri iftar Gedung Putih pada saat Barack Obama masih menjabat.

Gedung Putih menolak untuk menjelaskan mengapa Trump memutuskan untuk menggelar kembali tradisi iftar, dan siapa saja yang diundang untuk menghadirinya. Sebab, tampaknya langkah ini telah mengundang kritik dari orang-orang yang mendukung kecaman Trump pada Islam di masa lalu.

“Dia menyelenggarakan iftar ini sebagai pembelaan – jadi ketika kita menyebutnya seorang Islamopobhia, dia menyangkal dengan ‘Saya cinta umat Islam – saya mengundang mereka makan malam!’,” ujar Ahmed menambahkan. “Para pendukungnya akan menggemakan pembelaan itu, menegaskan dengan bukti tersebut bahwa Trump bukan seorang Islamophobia.”

Di Washington, Iftar telah menjadi bagian dari budaya sosial politik untuk menjalin hubungan baik kedutaanan, kantor pemerintah, dan organisasi lainnya dengan menyelenggarakan makan malam untuk rekan muslim dan non-muslim.

Beberapa pemimpin dan aktivis muslim Washington yang sebelumnya pernah menghadiri iftar Gedung Putih mengatakan pada hari Senin (4/06/2018) bahwa mereka belum menerima undangan.

Sumber: ndtv.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *