Press "Enter" to skip to content

Mahfud MD Marah, Dikirimi Meme ‘Saya Pancasila, Saya Rp 100 Juta’

  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares
Saya Pancasila
Mahfud MD Tidak Suka dengan meme “Saya Pancasila Saya 100 Juta”

Aktivitas Mahfud MD beberapa hari terakhir menjadi sorotan banyak orang. Tentu saja masih bermuara dari polemik gaji orang-orang yang bekerja di Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), yang di dalamnya juga ada nama Pak Mahfud. Setelah Presiden Jokowi menandatangani dan menerbitkan Perpres mengenai gaji yang diterima pejabat BPIP, banyak bermunculan kritikan, celaan, bahkan hujatan yang dikirimkan kepada BPIP. Khususnya, kepada Mahfud yang notabene seorang tokoh masyarakat yang terkesan independen, tidak memihak mana pun, guru besar di sebuah perguruan tinggi, hingga masuk kandidat calon wakil presiden untuk 2019 nanti.


Dihujani kritikan mengenai gaji yang diterima anggota BPIP tersebut, sepertinya kesabaran Mahfud harus diuji apalagi di bulan Ramadan seperti sekarang ini. Namun kenyataannya, Mahfud hanyalah orang biasa yang ada batas kesabarannya. Tak tahan menghadapi banyak kritikan tersebut, sang profesor melakukan langkah-langkah yang terlihat konyol. Misalnya, mem-block tidak sedikit akun yang sudah lama mengikutinya di akun Twitter. Bukan hanya itu, Mahfud menunjukkan kemarahannya di depan awak media dan menyebut salah satu parpol, yaitu PKS yang paling banyak mengkritik danmenyorotinya.

Kemarahan Mahfud memuncak saat dikirimi meme ‘Saya Pancasila, Saya Rp 100 juta’. Menurut Mahfud, orang yang mengiriminya meme tersebut kurang ajar.

“Saya agak jengkel juga ya. Ada teman dari Jogja anggota PKS, ini orang baik dengan saya, tiba-tiba kirim meme ‘Saya Pancasila, Saya Rp 100 juta’. Saya block dia. Saya tanya anggota DPR berapa terima setiap bulan (gaji) pasti lebih besar,” tutur Mahfud di kantor BPIP, Kamis (31/6).

Sementara itu, Ratna Sarumpaet dalam akun Twitter-nya di @RatnaSpaet mengkritik Mahfud cukup pedas. Dia mengatakan Mahfud seorang bertitel profesor yang gak mikir.

“Bikin Pembenaran dgn mengungkap kebobrokan di DPR? Kenapa baru skrng pak @mohmahfudmd? Kenapa stlh anda punya kepentingan, anda baru bunyi? Pdhl kalau pun yg anda tuduhkan ke DPR itu benar itu tidak membuat statement anda ttg 100 juta itu jadi mulia. Profesor kok gak mikir.”

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *