Press "Enter" to skip to content

Facebook Berbagi Data Pengguna dengan Beberapa Perusahaan Cina

  • 21
  •  
  •  
  •  
  •  
    21
    Shares
Facebook mengaku telah berbagi data dengan perusahaan China

Facebook telah mengaku berbagi data pengguna dengan perusaahaan teknologi raksasa Cina. Salah satunya memiliki hubungan yang kuat dengan pemerintah Cina.

Melalui kemitraan resmi, Facebook mempersilakan Huawei mengakses data pengguna media sosial miliknya setidaknya sejak tahun 2010.

Amerika Serikat menuduh Huawei dan industri teknologi lainnya di Cina seperti ZTE telah melanggar kesepakatan atau terlibat dalam aktivitas mencurigakan, khususnya mendistribusikan informasi pengguna secara ilegal ke negara-negara lain seperti Iran dan Korea Utara.

Laporan investigasi tahun 2012 mengenai Huawei dan ZTE membuat Amerika Serikat menambahkan larangan pada bulan April, bahwa perusahaan Amerika tidak boleh melakukan transaksi bisnis dengan ZTE khususnya, namun Huawei sering dikategorikan sama dengan perusahaan Cina yang memiliki hubungan paternalistik dengan pemerintahnya, sehingga perusahaan tersebut masuk ke dalam daftar larangan yang sama.

Facebook bermitra dengan Huawei, Lenovo, Oppo, dan TCL. Perusahaan-perusahaan teknologi tersebut diperkirakan memiliki kepatuhan pada pemerintah Cina yang sering mengawasi perusahaan yang beroperasi di dalam negeri.

Pada The New York Times, petinggi Facebook mengatakan harapan mereka untuk segera mengakhiri kerja sama dengan Huawei. Selain itu, menurut laporan  ternyata Facebook juga memberikan kuasa akses data pengguna pada perusahaan teknologi lain seperti Blackberry, Amazon, Samsung yang berbasis di Korea Selatan, dan Apple, perusahaan berbasis Amerika yang juga berusaha mencari keuntungan dari pemerintah Cina.

Facebook menegaskan bahwa data pengguna yang dapat diakses Huawei tetap ada di ponsel, tidak di server perusahaan. Pernyataan tersebut muncul setelah Facebook dicurigai memberikan data para pengguna untuk keperluan musuh asing Amerika.

“Info pribadi kami ada pada server di Cina?” tanya Senator Demokrat, Mark Warner dari Virginia. “Saya pikir Facebook harus menjawab pertanyaan itu.”

Senator dari Partai Republik, John Thune, dari South Dakota menuturkan hal yang serupa. Facebook dituntut untuk menyerahkan rincian mengenai kemitraannya ke Kongres.

“Facebook sedang mendapat pelajaran keras, yang berarti transparansi adalah standar tinggi yang harus dihadapi,” ujar Thune sebagaimana dilaporkan The New York Times.

Sumber: dailycaller.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *