Press "Enter" to skip to content

Yahya Cholil Staquf, Ke Israel Sebagai Pembicara Berlabel Sekjen PBNU!

  • 63
  •  
  •  
  •  
  •  
    63
    Shares
Yahya Cholil Staquf datang sebagai Sekjen NU

Keberangkatan Yahya Cholil Staquf mengunjungi Israel mencuatkan reaksi keras dari hampir semua pihak di tanah air.

Yahya Cholil Staquf yang juga menjabat sebagai Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini berangkat ke Israel memenuhi undangan The Israel Council on Foreign Relations. Disana tokoh NU itu akan hadir sebagai pembicara dan memberikan kuliah umum tentang geopolitik. Hal ini telah dirilis oleh beberapa media, salah satunya detik.com beberapa hari lalu.

Bahkan pihak Istana dan PBNU pun telah menyatakan kalau keberangkatan Yahya Cholil Staquf adalah sebagai pribadi dan tidak mewakili siapapun. Namun berdasarkan penelusuran, hasil pamflet dan pengumuman dari AJC Gobal Forum 2018 Israel, Yahya Cholil Staquf dituliskan sebagai Sekretaris Jendral PBNU, dan Direktur Issu Keagamaan, Bayt-Ar Rahmah.

Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia. Israel, bagi umat Muslim bukanlah sebuah negara, melainkan sebuah organisasi yang tengah menduduki wilayah yang dimiliki oleh Palestina.

Penjajahan yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina sudah melewati batas-batas garis kemanusiaan. Wajar kalau bangsa Indonesia dalam hal ini merasa terkhianati jika tokoh NU sekaliber Yahya Cholil Staquf datang memenuhi undangan Israel.

Hal ini berarti secara tidak lansung sebuah bentuk pengakuan terhadap keberadaan Israel itu sendiri. Sebuah pengkhianatan terhadap rakyat Indonesia dan falsafah Undang-Undang Dasar Negara 1945, dimana dalam pembukaannya disebutkan bahwa, “Kemerdekaan adalah hak segala bangsa..”

Dalam sejarahnya, Bangsa Indonesia pun berhutang budi yang teramat besar kepada Palestina. Saat negara ini baru saja bangkit dan memproklamasikan kemerdekaannya, tidak banyak yang mau mengakui keberadaan negeri ini ketika itu.

Palestina, diketahui menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahkan sebelum resmi merdeka.

Keberangkatan Yahya Cholil Staquf, bentuk pengakuan secara tidak langsung keberadaan Israel

Terlepas dari polemik keberangkatannya mewakili pihak apapun, Yahya Cholil Staquf lupa, kalau didadanya ada label Nadlatul Ulama, di pundaknya ada jabatan kenegaraan Dewan Pertimbangan Presiden. Indonesia hingga saat ini tidak pernah mengakui keberadaan Israel sebagai sebuah negara secara resmi.

Penjajahan dan pelanggaran-pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan Israel sangat bertentangan dengan filosofi Pancasila yang menjadi landasan negara Indonesia.

Wajar, kalau keberadaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) saat ini kembali dipertanyakan. Justru, ketika orang yang berada dalam lingkaran istana melakukan sebuah pelanggaran dan pengkhianatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila, belum ada satu komentarpun yang keluar dari tokoh-tokoh yang bernaung di dalamnya, terlepas dari jumlah gaji besar yang diterima anggotanya.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *