Press "Enter" to skip to content

SP3 Kasus Dugaan Chat Mesum, Habib Rizieq Balik ke Indonesia?

  • 20
  •  
  •  
  •  
  •  
    20
    Shares
Habib Rizieq Shihab

Rumor mengenai Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) kasus dugaan chat mesum yang melibatkan imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, sudah mulai tercium di awal bulan Juni kemarin. Namun akhirnya, pihak kepolisian membenarkan mengenai SP3 kasus tersebut. Menurut pihak polisi, pertimbangan dari pengeluaran SP3 tersebut karena penyidik belum berhasil menemukan sosok yang mengunduh konten chat mesum itu di dunia maya.

“Betul, penyidik sudah hentikan kasus ini. Semua kewenangan penyidik,” ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal, Sabtu (16/6/2018).

Iqbal juga menjelaskan bahwa pertimbangan penyidik untuk menutup kasus dugaan chat mesum tersebut juga berawal dari surat resmi pihak pengacara Habib Rizieq yang meminta agar kasus ini dihentikan. Selanjutnya, penyidik melakukan gelar perkara yang akhirnya memutuskan untuk menghentikan penyidikannya. Namun demikian, menurut Iqbal, kasus tersebut tidak menutup kemungkinan dibuka lagi jika pihak penyidik menemukan bukti baru di kemudian hari.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menduga ada muatan politis dibalik penerbitan SP3 kasus duagan chat mesum yang melibatkan Habib Rizieq. Menurut Riza, SP3 tersebut mengesanakan pemerintah rezim Jokowi ingin berbuat dan bekerja sama baik dengan para ulama. Pasalnya, sekarang memasuki tahun politik yang diketahui Jokowi mencalonkan kembali menjadi Presiden RI kedua akalinaya di Pilpres 2019 nanti. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat terutama apara ulama mau didekati dan diperlakukan baik. Padahal kenyataannya, di rezim Jokowi ini tidak sedikit ulama yang sering mengkritiknya dikriminalisasi dengan tuduhan yang bisa dibilang tidak masuk akal.

“Ya, bisa juga ada (muatan politis) terkait SP3 ini. Bisa saja pemerintah menyadari ternyata ada upaya-upaya (sikap kepada ulama) yang dilakukan menuai protes dari masyarakat. Karena ini memasuki tahun politik, pemerintah mencoba berbaik-baik kepada ulama,” tutur Riza, Sabtu (6/6/2018).

Lepas dari dugaan muatan politis tersebut, Riza melanjutkan, Gerindra mendukung penerbitan SP3 kasus itu. Sudah seharusnya pemerintah memperlakukan ulama dengan sebaik-baiknya, serta jangan anti saat dikritik keras.

Beredar sebuah video di dunia maya pada Jumat (15/6/2018) bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri, yang berisi pidato singkat ucapan selamat dan rasa syukur Habib Rizieq atas penghentian kasus dugaan chat mesum yang turut melibatkan dirinya.


“Di hari yang Fitri ini, kami juga ingin menyampaikan kabar baik. Alhamdulillah ya robbil alamin. Hari ini kami mendapatkan surat asli SP3 kasus chat finah. Surat asli SP3 kasus chat fitnah. Surat asli SP3 kasus chat fitnah yang dikirim oleh pengacara kami, yaitu Bapak Sugito. Beliau dapatkan SP3 ini dari penyidik,” tutur Habib Rizieq dalam video tersebut.

Bahkan, Wakil Ketua MPR RI yang sekaligus Wakil Ketua Majlis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid, turut berkomentar di akun Twitter-nya @hnurwahid dengan penerbitan SP3 kasus dugaan chat mesum yang melibatkan Habib Rizieq.

“Wallahu akbar. Konfirmasi atas pernyataan Habib Rizieq. Polisi tlah SP3kan kasus thd HRS. Tapi penyebar chat fitnah itu mestinya tetap dituntut secara hukum. Agar tak terulang lagi. Dan smoga keadilan hukum jg unt Ulama lain yg terkena fitnah. Trims PolRI.”

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *