Press "Enter" to skip to content

SBY Sindir Keras Pemerintah Rezim Jokowi!

  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

Mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau yang lebih akrab dipanggil SBY kembali ‘melempar bola panas’ dengan cuitannya di sosial media. Sudah pasti berkaitan dengan kondisi politik di Indonesia. Bagaimana pun, SBY tetap menjadi sosok yang tidak bisa dilepaskan dengan Partai Demokrat yang sudah mengantarkannya menjadi Presiden RI dua periode.


Lalu, apa isi cuitan dan yang mendasarinya? Sebelum membahasnya, kita tentu masih ingat saat Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 lalu, di mana SBY beberapa kali ‘curhat’ atas apa yang terjadi dengan dirinya sendiri, keluarganya, maupun kondisi nasional bangsa ini secara keseluruhan. Pada saat itu, publik dibuat kaget sekaligus kagum karena SBY mengesankan ‘melawan’ penguasa negeri sekarang ini yang diperintah oleh rezim Jokowi.

Sekarang, SBY kembali mencuit lagi di akun Twitter-nya @SBYudhoyono yang masih menyindir keras pemerintah yang sekarang, meskipun dari isinya terkesan mengambang.

“Saya perhatikan, banyak penguasa yang lampaui batas sehingga cederai keadilan dan akal sehat. Mungkin rakyat tak berdaya, tapi apa tidak takut kpd Tuhan, Allah SWT ? * SBY*”

Belum diketahui apa maksud dari cuitan dari SBY tersebut. Khususnya, siapa penguasa yang mencederai keadilan itu. Pihak Demokrat pun segera pasang badan dengan cuitan SBY tersebut. Pasalnya, tidak sedikit netizen yang bersikap nyinyir dan bukan tidak mungkin mereka adalah pendukung setia Presiden Jokowi yang merasa tersindir dengan cuitan SBY tersebut. Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinad Hutahaean menjelaskan perihal dua peristiwa politik yang mendasari cuitan SBY di Twitter tersebut. Pertama tentang pilkada di Jawa Timur dan kedua perihal pelantikan Komjen M Iriawan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat yang berpotensi melanggar UU.

“Twit tersebut dasarnya adalah laporan-laporan yang diterima oleh SBY saat tiba tadi di Jawa Timur dalam rangka penguatan suara dan pemenangan pilkada Jatim, yang mana Demokrat mengusung dan mendukung pasangan Khofofah dan Emil Dardak,” tutur Ferdinad, Senin (18/6/2018).

Sementara penyebutan penguasa yang disebut SBY dalam cuitannya, Ferdinad menambahkan, masyarakat Indonesia juga mengetahuinya siapa orang dan partainya.

“Jadi, tidak perlu ditanyakan penguasa yang mana, penguasa jelas siapa orangnya siapa partainya,” tandas Ferdinad.

 

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *