Press "Enter" to skip to content

Sepakbola Butuh Leadership, Messi!

  • 20
  • 1
  •  
  •  
  •  
    21
    Shares
Messi
Sepakbola tidak hanya ‘dribbling’, Messi!

Lionel Messi menelusuri terowongan ruang ganti di Nizhny Novgorod dengan kepala tertunduk, begitu Argentina bertekuk lutut dan menghadapi kemungkinan terburuk, terlempar dari fase grup di Piala Dunia di Rusia.

Bintang Barcelona itu dibungkam oleh tim Kroasia yang jauh lebih unggul dalam kekalahan menyakitkan 3-0 yang membuat tim Amerika Selatan itu membutuhkan sebuah keajaiban untuk bisa lolos ke fase group, yaitu menang dengan skor telak atas Nigeria, dan berharap hari ini Nigeria bermain imbang dengan Islandia.

Piala Dunia kemungkinan akan kehilangan orang yang selama satu dekade ini mendominasi predikat permain terbaik – bersama dengan Cristiano Ronaldo Portugal – jika Argentina betul-betul gagal keluar dari fase group.


Messi hanya beberapa hari lagi merayakan ulang tahunnya yang ke-31. Penampilannya di piala dunia Rusia bisa jadi menjadi yang terakhir. Sesuatu yang aneh memang, bakat dan talenta yang sangat besar, namun gagal mengangkat tim secara keseluruhan.

Sepakbola bukan hanya “dribbling, dribbling, dan dribbling”

Leonel Messi tidak diragukan memiliki kemampuan dribbling terbaik, bahkan dibandingkan dengan Christiano Ronaldo sekalipun. Sinar terang Messi di Barcelona bukanlah karena faktor bakatnya semata. Ada satu hal yang terlupa. Barcelona memiliki Puyol, kemudian diteruskan dengan Xavi, dan saat ini ada Iniesta, yang menjadi perekat dan pemberi pengaruh.

Messi di Barcelona tidak perlu terbebani untuk hal-hal itu. Ia bisa fokus mengeluarkan kelincahannnya dan membawa bola meliuk-liuk melewati lawan.

Berkaca dengan keberhasilan Diego Armando Maradona. Leonel Messi selamanya tidak akan bisa menyaingi dewa sepakbola itu. Maradona memiliki kaki kiri yang ajaib, seperti Messi juga. Namun jika melihat dari perjuangannya jatuh bangun membawa bola, merintih kesakitan, bangkit lagi, berlari lagi, berargument dengan wasit, emosi yang mempengaruhi tim, Messi belum apa-apanya.

Maradona adalah Argentina, dan Argentina adalah Maradona. Tidak ada yang meragukan hal itu, semua anggota skuad Argentina kala memenangkan piala dunia 1986 dan finalis 1990, merasakan bahwa pemilik gol tangan tuhan itu adalah ruh dari Argentina. Pemimpin sejati.

Christiano Ronaldo, Portugal. Rival sejati Leonel Messi. Ia memiliki aura Maradona, ia pemimpin, ia panutan, dan juga ruh dari Portugal. Meskipun kemampuan dribblingnya menurun seiring dengan bertambahnya usia, namun emosi dan ambisi Ronaldo adalah emosi dan ambisi Portugal.

Messi tidak punya itu, bahasa tubuhnya mengatakan kalau Messi adalah seorang anak baik yang penurut. Tidak punya rasa marah, emosi, dan ambisi yang bisa mempengaruhi tim.

Ronaldo vs Messi. GOAT vs The Real GOAT

GOAT. Great Off All Time atau Kambing. Pertandingan melawan Kroasia kemarin adalah cerminan dimana ketidakmampuan Messi untuk keluar dari tekanan yang menghimpitnya. Harapan besar yang datang dari rakyat Argentina, serta tekanan rivalitas individual dengan Ronaldo. Sesaat sebelum kick-off Messi tampak tegang, gugup, dan ia selalu mengusap dahinya selama lagu kebangsaan Argentina berkumandang.

Malam itu, Messi hampir tidak terlihat.  Jika penobatan pemain terbaik dunia dilakukan hari ini, maka jelas siapa pemenangnya.  Siapa yang menjadi GOAT, dan siapa yang menjadi the ‘real’ GOAT. Jelas.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *