Press "Enter" to skip to content

Ada Dugaan Markup Proyek LRT di Palembang?

  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares
Prabowo Subianto, ada dugaan mark-up di proyek LRT!

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membuat heboh lagi dengan pernyataannya dalam sebuah pidato sambutan di acara silahturahmi kader Gerindra, bertempat di Hotel Grand Rajawali Palembang, Kamis (21/6/2018). Pernyataan yang sontak membauat banyak orang terkejut dan bertanya-tanya sendiri, yaitu tudingan dugaan mark up anggaran proyek Light Rapid Transit (LRT) di Indonesia, khususnya di Palembang. Menurut Prabowo, biaya proyek LRT di Indonesia tidak masuk akal, jika dibandingkan dengan biaya proyek pembangunan LRT di dunia secara umum.

“Saya tanya harganya berapa proyeknya. Rp 12,5 triliun. Luar biasa. Rp 12,5 triliun untuk sepanjang 24 kilometer. Saya diberitahu oleh Gubernur DKI yang sekarang, saudara Anies Baswedan, dia menyampaikan kepada saya. Pak Prabowo, indeks termahal LRT di dunia 1 kilometer adalah 8 juta dollar. Kalau ini, Rp 12 triliun untuk 24 kilometer, berarti 1 kilometer 40 juta dollar. Bayangkan. Di dunia 1 kilometer 8 juta dollar, di Indonesia 1 kilometer 40 juta dollar. Jadi saya bertanaya kepada saudara-saudara, mark up, penggelembungannya berapa? 500 persen. Ini bangsa ini pintar atau bodoh.” Tandas Prabowo dalam penggalan pidatonya di Palembang.


Sementara itu, Kepala Proyek LRT Palembang yang sekaligus perwakilan dari kontraktor proyek tersebut, Mashudi Jauhar enggan berkomentar banyak perihal tudingan dugaan mark up proyek LRT di Palembang.

“Ya, apa yang mau ditanggapi? Wong datanya juga nggak dijelaskan dari mana? Dan apa bisa disamakan dengan Palembang yang dimaksudkan?” tutur Mashudi.

Adapun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang turut terbawa namanya dengan polemik ini malahan meminta wartawan untuk mencari data indeks harga proyek LRT sedunia itu sendiri.


“Menurut saya begini, tugas jurnalistik adalah melakukan verifikasi, melakukan validasi. Jadi, saya malah anjurkan pada media, statement Pak Prabowo itu dijadikan pematik. Anda tinggal buka data proyek LRT seluruh dunia dan Indonesia, dari situ malah dapat,” ucap Anies di Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Pernyataan Prabowo mengenai dugaan mark up proyek LRT di Palembang memang tanpa data yang lengkap dan valid karena memang disampaikan dalam sebuah pidato di hadapan banyak orang. Hal itulah yang menjadikan polemik tersendiri. Tidak menutup kemungkinan bisa diproses secara hukum. Seperti dalam cuitan Mohamad Guntur Romli di akun Twitter-nya @GunRomli.

“Tuduh Ada Mark Up, Prabowo Dapat Data Indeks Harga LRT dari Anies. Kalau tuduhan mark up tanpa data, ini tuduhan serius, harus diproses hukum.”

Begitu juga Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berkicau dalam akun Twitter-nya di @Fahrihamzah. Fahri mendukung dilakukannya audit proyek-proyek besar di Indonesia agar transparan dan tidak ada penyelewengan.

“Akhirnya ketemu pintu masuk untuk audit @bpkri dimulai…. ayo @Gerindra seriusi permintaan audit proyek2 raksasa ini…demi menjaga yang rakyat….tak boleh ada penyelewengan.”

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *