Press "Enter" to skip to content

Dua Turis Berjoget di Depan Masjid, di Sabah!

  • 13
  •  
  •  
  •  
  •  
    13
    Shares

Kementrian Lingkungan dan Pariwisata Sabah, Malaysia, mengambil langkah untuk menindaklanjuti para turis yang kedapatan asyik berjoget di depan masjid. Perbuatan yang terekam dalam sebuah video tersebut dinilai sebagai tindakan yang tidak memberikan rasa hormat.

Asisten menteri, Assafal Alian memberikan pernyataan bahwa perbuatan mereka tidak sopan dan telah keterlaluan, terutama mereka melakukannya di tempat ibadah.

“Tindakan para turis ini dalam struktur agama menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada umat muslim yang memberikan keramahan pada mereka,” ujarnya.

Turis-turis yang tampak berpakaian minim saat berjoget tersebut akan mendapatkan sanksi yang tak ringan karena Sabah adalah wilayah yang merangkul keberagaman dan menghormati perbedaan itu. Karenanya Assafal Alian menganggap bahwa tindakan beberapa turis tersebut telah mencederai nilai-nilai Sabah yang multi-rasial dan multi-agama.

Kebangsaan para pelaku akan ditelusuri kemudian akan diberikan tindakan tegas. Assafal juga mengatakan abhwa semua pihak harus bekerja sama untuk menjaga keamanan dan kedamaian Sabah, serta menunjukkan rasa hormat terhadap budaya dan kepercayaan orang-orang setempat.

Assafal menyebutkan bahwa kementrian akan terus melibatkan operator tur dan mereka yang berwenang secara kontinu, termasuk dengan pemilik tempat wisata di Sabah, dan di wilayah-wilayah sensitif seperti rumah ibadah dan tempat-tempat suci.


Akibat video viral dua turis wanita tersebut, untuk sementara turis dilarang mengunjungi Masjid Kota di sana yang sudah menjadi ikon kota Kinabalu. Hal itu disampaikan oleh ketua masjid yakni Datuk Jamal Sakaran.

Jamal Sakaran sangat menyesalkan tindakan turis yang berjoget tersebut, mengingat para turis telah diberikan pengarahan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan di lingkungan masjid.

“Kami segera bertindak dengan menutup masjid dari kunjungan turis. Semua bus ekspres, mobil Grab, dan taksi tidak diizinkan membawa turis ke kompleks masjid,” imbuhnya pada hari Minggu (24/06/2018) sebagaimana dikutip oleh The Star.

Ia juga menambahkan bahwa pengurus masjid akan mempekerjakan lebih banyak petugas untuk menjaga bangunan dan kompleksnya dari kejadian serupa dan hal-hal lain yang dianggap menganggu keamanan dan kedamaian.

 

Sumber: The Star

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *