Press "Enter" to skip to content

Ekstremis Yahudi Tertawa Melihat Anak Palestina Terbakar!

  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Sejumlah ekstremis Yahudi menyerukan slogan-slogan dalam rangka merayakan kematian seorang anak Palestina yang tewas dalam serangan pembakaran di tahun 2015 oleh teroris Yahudi.

Nama anak tersebut adalah Ali Saad Dawabsha, usianya masih 18 bulan saat itu.

Sekitar dua lusin ekstremis sayap kanan Yahudi berkumpul di luar Pengadilan Distrik Pusat kota Lod dan berteriak-teriak pada saat keluarga bayi keluar dari gedung untuk menuntut keadilan atas tragedi tersebut.

“Di mana Ali? Ali mati. Ali terpanggang,” ujar salah seorang dari mereka sambil tertawa, tertawa disusul yel-yel kebencian lainnya, seperti dikutip Time of Israel (20/06/2018).

Pengeboman rumah Dawabsha menewaskan Ali dan kedua orang tuanya Riham dan Saad Dawabsha. Adapun yang selamat adalah Ahmed Dawabsha yang pada saat itu masih berusia lima tahun. Namun Ahmed harus menjalani berbulan-bulan perawatan karena menderita luka bakar yang parah.

Sementara itu teriakan kebencian dari ekstremis Yahudi diserukan ketika paman dan kakek korban, Nasr dan Hussein Dawabsha keluar dari persidangan.

Di tempat kejadian ada sekitar 20 petugas keamanan, akan tetapi mereka tidak bereaksi saat seruan-seruan itu terjadi. Mereka tidak berusaha membubarkan para demonstran.

“Orang-orang barbar rasis ini menunjukkan bahwa tempat yang pantas bagi mereka adalah kebun binatang,” ujar Nasr. Dia juga mengatakan bahwa jika seorang warga Palestina merasa bangga dengan tewasnya seorang warga Israel dengan cara yang dilakukan oleh para pengunjuk rasa itu, maka mereka akan mendapatkan hukuman yang paling berat dari pihak berwenang. Menurutnya polisi memberikan perlindungan pada para demonstran.

Tersangka utama penyerangan rumah Dawabsha adalah Amiram Ben-Uliel, seorang Yahudi Ortodoks. Ia baru ditangkap atas kejahatannya itu pada bulan Januari 2016. Ia bersikeras bahwa ia mengaku sebagai dalang kejahatan karena disiksa oleh introgator di Shin Bet.

Namun pada bulan April, Kantor Pengacara Distrik Pusat memberikan pengumuman bahwa mereka akan menghindari penggunaan pengakuan tersangka dengan “cara khusus”, mengacu pada pengakuan yang muncul karena berada di bawah tekanan.

Amiram Ben-Uliel didakwa dengan tuduhan membunuh, percobaan membunuh, pembakaran dan juga konspirasi kejahatan.

Sumber: Times of Israel

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *