Press "Enter" to skip to content

Maju Lewat PAN, Pencalegan Lulung Tidak Sah?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Abraham Lunggana

Kekecewaan Abraham lunggana kepada PPP yang tidak kunjung mengembalikan posisinya sebagai Ketua DPP PPP DKI Jakarta, membuat anggota DPRD yang akrab dipanggil Lulung ini memutuskan untuk pindah ke PAN pada Pemilu 2019 nanti. Selain berpindah partai, Lulung  juga akan naik kasta, dari semula anggota DPRD DKI Jakarta kini maju untuk DPR Pusat.

Kepastian Lulung berpindah haluan tersebut semakin dipertegas saat Ketua DPP PAN, Yandri Susanto mendaftarkan namanya sebagai caleg PAN ke Kantor Komisi Pemilihan Umum pada 17/7/2018.

“Nama Pak Lulung memang kami daftarkan. Untuk Dapilnya masih tetap di DKI Jakarta,” kata Yandi.

Majunya Lulung sebagai caleg DPR Pusat dengan menggunakan PAN sebagai kendaraannya menurut Sekjen PPP, Achmad Baidowi cacat hukum. Hal tersebut disebabkan karena Lulung masih belum mengundurkan diri dari keanggotaannya  di PPP. Padahal, jika merujuk pada Undang-undang No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), seseorang yang mendaftarkan diri sebagai caleg, harus terdaftar sebagai anggota pada partai yang bersangkutan.

Sementara menurut aturan pada pasal 240 ayat 2 huruf j Undang-undang Pemilu, seorang caleg tidak boleh memiliki keanggotaan ganda. “Lantas bagaimana dengan Pak Lulung? Hingga kini kami masih belum menerima surat pengunduran diri dari beliau. Karena itu, jika beliau tidak mundur, maka pencalegannya tidak sah dan PPP akan melayangkan surat keberatan ke KPU,” ungkap Baidowi.

“Ketika yang bersangkutan mundur, secara otomatis keanggotannya di DPRD akan ditarik dan dilakukan PAW dengan digantikan oleh  caleg yang memiliki suara terbanyak berikutnya. Jadi secara etika politik Pak Lulung seharusnya mengundurkan diri dari jabatan yang dia peroleh dari PPP,” tambah Sekjen PPP ini.

Terkait dengan masih belum dipecatnya Lulung dari PPP meski yang bersangkutan sudah didaftarkan sebagai caleg dari PAN, menurut Baidowi karena  partainya masih membuka peluang untuk mendiskusikan persoalan yang berkembang agar Lulung dapat tetap bersama PPP.

“PPP hingga saat ini masih membuka diri untuk tetap bersama. Namun politik itu kan sebuah pilihan. Terkait kepindahan Lulung dari PPP ke PAN hal tersebut merupakan hal yang lumrah dalam politik. Sama halnya ketika yang bersangkutan  dulu pada waktu Pemilu 2004 pindah partai dari Partai Bintang Reformasi ke PPP,” kata Baidowi. (AGK)

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *