Press "Enter" to skip to content

Jaga Kesuburan dan Kelestarian Tanah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Jaga Kesuburan dan Kelestarian Tanah

Diantara berbagai macam persoalan lingkungan hidup yang menjadi isyu global adalah menurunnya tingkat kesuburan tanah. Kelestarian tanah menjadi persoalan lingkungan yang serius karena tanah memiliki banyak sekali kegunaan bagi keberlangsungan hidup manusia. Tanah merupakan media penyimpan air dan tempat tumbuh semua jenis tanaman. Sebagai tempat tumbuh dari semua jenis tanaman yang menangkap dan mengolah sinar matahari, membuat tanah juga memiliki peran dalam mengendalikan siklus global karbon. Disamping itu tanah merupakan lingkungan yang paling ideal untuk membantu proses pelapukan bahan-bahan mati atau senyawa-senyawa dasar melalui aktifitas mikroorganisme untuk dibawa kembali memasuki siklus. Satu lagi fungsi dari tanah yang langsung bisa dirasakan oleh manusia adalah sebagai media untuk bercocok tanam. Artinya, jika tingkat kesuburan tanah menurun, maka hasil pertanian juga akan menurun, dan jika hasil pertanian menurun, maka krisis pangan secara otomatis akan ikut menyusul.

Dengan melihat berbagai macam fungsi dan manfaat dari tanah sebagaimana tersebut di atas, menjadi kewajiban bagi seluruh umat manusia untuk bersama-sama menjaga tingkat kesuburan serta kelestarian tanah. Sebab, terancamnya kelestarian tanah juga menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup manusia.

Untuk menjaga tingkat kesuburan dan kelestarian tanah itulah, beberapa hal berikut ini perlu untuk diperhatikan:

1. Mengurangi Erosi Tanah

Terjadinya erosi tanah bisa disebabkan karena bencana alam, karena kondisi tanah itu sendiri yang kurang stabil, atau sebab-sebab yang lain. Untuk mengurangi terjadinya erosi tanah, maka perlu dilakukan upaya pengawetan tanah melalui dua metode, yaitu metode vegetatif serta metode mekanik.

a. Metode Vegetatif

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan erosi tanah lewat metode vegetatif ini diantaranya adalah:

  • Penanaman model strip cropping atau menanam tanaman secara berjalur dengan arah tegak lurus terhadap arah aliran.
  • Penanaman model contour strip cropping, yakni menanam tanaman secara berjalur dengan arah sejajar garis kontur. Penanaman model ini dimaksudkan untuk menahan kecepatan aliran air serta menahan dan mengurangi partikel-partikel tanah yang terbawa oleh aliran air.
  • Menanam tanaman keras atau buffering pada lahan-lahan dengan lereng yang curam.
  • Menanam tanaman pada area yang gundul guna melindungi tanah dari tiupan angin.

b. Metode Mekanik

Cara mengendalikan erosi tanah lewat metode mekanik diantaranya adalah:

  • Mengolah lahan dengan pola contour tillage atau sejajar garis kontur. Tujuan digunakannya cara ini adalah untuk membuat igir-igir kecil serta membentuk pola rongga-rongga tanah sejajar kontur guna memperbesar infiltrasi air dan memperlambat aliran air.
  • Membuat terasering atau sengkedan, yakni bercocok tanam dengan sistem bertingkat atau berteras-teras. Tujuannya mengurangi panjang lereng serta memperkecil sudut kermiringan lereng sehingga aliran air dapat diperlambat. Untuk menahan aliran air dapat pula dilakukan dengan membuat saluran air yang sejajar garis kontur serta membuat guludan atau pematang.
  • Membuat cekdam. Agar material tanah yang terkena erosi dan terangkut aliran air dapat tertahan dan terendapkan, maka aliran air yang melewati parit perlu dibendung, untuk itu perlu dibuatkan cekdam. Dengan adanya cekdam, produktifitas tanah akan meningkat, karena erosi yang terjadi akan dapat dikendalikan, seiring dengan pendangkalan parit oleh erosi yang membuat lapisan tanah menebal.

2. Penggunaan Pupuk Kimia Secara Bijak

Penggunaan pupuk kimia memang bertujuan untuk meningkatkan kandungan unsur hara yang ada di dalam tanah, dengan maksud agar hasil pertanian bisa meningkat. Namun demikian, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dampaknya justru tidak baik bagi  tanah itu sendiri maupun air yang ada di sekitarnya karena tercemari oleh zat kimia. Disamping itu, hasil pertanian juga tidak sehat untuk dimakan. Oleh sebab itu sangat disarankan untuk menggunakan pupuk organik, baik pupuk kandang maupun kompos, karena selain tidak  mencemari tanah dan air, hasil pertaniannya juga aman untuk dikonsumsi.

3. Tertibkan Pembuangan Sampah Industri

Pemerintah harus lebih ketat dalam menerapkan undang-undang lingkungan, utamanya yang terkait dengan industri. Sebab selama ini masih banyak pabrik-pabrik yang belum memiliki fasilitas pengolahan limbah industri, bahkan masih sering muncul kasus pembungan sampah industri di tempat-tempat yang menjadi fasilitas umum seperti di sungai yang dampaknya sangat merugikan masyarakat. Penertiban pembuangan limbah industri perlu dilakukan, karena bahan-bahan yang terkandung dalam limbah tersebut masuk kategori B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), termasuk juga kandungan logam berat yang dapat merusak kelestarian tanah. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *