Press "Enter" to skip to content

Jebakan Utang China Ke Pakistan, Serupa Seperti Srilanka

  • 18
  •  
  •  
  •  
  •  
    18
    Shares

Illustrasi: Jebakan Utang China telah memakan Srilanka
Suatu hari, Cina akan mengubah Pakistan menjadi negeri “semi-koloni”, seperti yang terjadi baru-baru ini dengan Sri Lanka.

Cina belakangan ini sangat baik ke Pakistan, namun hanya di permukaan. Bersama-sama, mereka telah membangun Koridor Ekonomi China Pakistan (CPEC), yang akan menghubungkan Cina Barat dengan Samudera Hindia, dengan ketentuan bahwa India akan mengizinkannya.

Hal itu jika terealisasi akan sangat menguntungkan Pakistan, membantu negara membuat langkah besar ke depan, dari ekonomi yang berkembang menjadi matang, menciptakan banyak pekerjaan dalam prosesnya.

Namun hal tersebut juga bisa meluluh-lantakkan Pakistan. Kasus-kasus korupsi yang bertambah di Pakistan akan terus mendorong mendorong biaya proyek menjadi lebih tinggi dari hari ke hari. Hal ini membuat beban hutang Pakistan lebih akan semakin berat ke pada Cina yang telah membiayai proyek tersebut.

Pembengkakan utang yang akan terus menjadi-jadi, dan itu ditandai saat sebuah negara sudah hidup di luar kemampuannya. Hal ini dapat dibuktikan oleh defisit neraca berjalan, utang pemerintah, dan utang luar negeri.

Pakistan mencatat defisit Current Account sebesar 3867 USD juta pada kuartal keempat 2017, menurut Tradingeconomics.com. Current Account negara rata-rata -587,18 juta USD dari tahun 1976 hingga 2017, mencapai tertinggi sepanjang masa 1418 USD juta pada Q3 2002 dan rekor terendah -4419 USD juta pada Q2 tahun 2017.

Pakistan mengakumulasi utang pemerintah yang setara dengan 67,20% Produk Domestik Bruto negara itu pada 2017. Utang pemerintah negara itu terhadap PDB rata-rata 69,30% dari 1994 hingga 2017, mencapai tertinggi sepanjang masa 87,90% pada 2001 dan rekor terendah 56,40% pada tahun 2007.

Baca lebih lengkap mengenai kemungkinan Pakistan jadi semi-coloni China disini.

Sementara itu, cadangan mata uang asing dan aliran modal asing Pakistan jatuh, sehingga kemungkinan besar Pakistan akan berusaha menjadwal ulang utangnya ke China. Mungkin, dengan menukar utang dengan ekuitas, yang berakibat Beijing akan mengambil alih CPEC.

Itulah model yang diterapkan Cina dalam menjadwal ulang utang Sri Lanka, mengubah pelabuhan Hambantota negara itu secara resmi menjadi pelabuhan China sendiri, selama 99 tahun. Itu sesuai dengan perjanjian penting yang ditandatangani awal tahun lalu, yang memberi China Merchants Ports Holdings — sebuah cabang dari pemerintah China — 70% saham di pos terdepan Samudera Hindia.

Seperti halnya dengan CPEC, ekspansi pelabuhan Hambantota dimulai dengan pinjaman dari Cina. Tetapi ketika Shri Lanka tidak dapat membayar kembali pinjaman, Beijing mengubah pinjaman ini menjadi modal, pada dasarnya mengubah Sri Lanka menjadi “semi-koloni,” dengan cara halus.

Itulah yang pada akhirnya akan terjadi di Pakistan ketika China mengambil alih CPEC, dan akhirnya mengumpulkan tol dari setiap kendaraan yang lewat.

Sumber: Forbes.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *