Press "Enter" to skip to content

Uighurs, “Pembersihan Etnik Atas Nama Aksi Kontra-Terrorismus!”

  • 161
  •  
  •  
  •  
  •  
    161
    Shares
Patroli Keamanan yang mengawasi aktivitas Mesjid di Kashgar, Xinjiang

Beijing menggunakan dalih kontra-terorisme sebagai upaya pembersihan budaya dan peradaban sekelompok populasi yang bermukim di wilayah Turki Timur, Xinjiang.

Tidak diragukan lagi bahwa Cina sedang menjalankan program pemenjaraan massal penduduk Uighur di provinsi Xinjiang yang bernama awalnya bernama Turkistan-Timur (East Turkistan) di pusat-pusat “pendidikan ulang”.

Berdasarkan analisa kontrak pembangunan infrastruktur di China dan juga berdasarkan pencitraan satelit Google Earth, keberadaan kamp re-edukasi ini nyata adanya. Jumlah pusat-pusat penahanan ini bahkan mencapai angka ratusan fasilitas berbentuk penjara di seluruh Xinjiang yang diperkirakan menampung hingga 1 juta penduduk Muslim Turki di wilayah itu. Salah satu fasilitas terbesar, Dabancheng dekat ibukota daerah Urumqi, sendirian diperkirakan memiliki kapasitas untuk menampung hingga 130.000 orang.

Dalam fasilitas-fasilitas ini, para tahanan mengalami kehidupan sehari-hari yang monoton dan tertekan, karena mereka dipaksa untuk berulang kali menyanyikan lagu-lagu “patriotik” memuji kebaikan Partai Komunis China (PKC), diharuskan mempelajari bahasa Mandarin, teks-teks Konfusianus dan pemikiran Presiden Xi Jinping, serta mengalami kekerasan serta penyiksaan fisik secara teratur.

Beijing Tidak Lagi Bisa Berbohong dan Terus Menyanggah Keberadaan Kamp Pendidikan Ulang

Setelah sebelumnya secara terus menerus menyangkal keberadaan pusat-pusat pendidikan ulang , Beijing akhirnya secara tidak langsung mengakui keberadaan Kamp Pendidikan Ulang tersebut namun tetap melakukan pembelaan dengan menyatakan bahwa aksi penahann massal bangsa Uighur tersebut dilakukan atas nama kontra-terorisme.

Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi, berbicara setelah bertemu dengan menteri luar negeri Jerman di Beijing pada 13 November lalu, menegaskan bahwa pendekatan China di Xinjiang adalah “sepenuhnya sejalan dengan arah yang diambil oleh masyarakat internasional untuk memerangi terorisme, dan merupakan bagian penting dari perang  global melawan terorisme. ”

Namun, penilaian ancaman teroris ke Xinjiang dan eksplorasi dasar ideologis dan legislatif dari sistem penahanan massal menunjukkan bahwa Beijing menggunakan kontra-terorisme sebagai dalih untuk melakukan suatu bentuk “pembersihan etnik” dari populasi Muslim Turki di wilayah itu. .

Ini merupakan kisah peringatan dalam “perang melawan terorisme” global di mana negara otoriter telah dengan membabi buta menggunakan ide ancaman terorisme untuk meningkatkan kontrolnya atas wilayah perbatasan yang secara historis dengan menghilangkan budaya populasi etnis minoritas yang mendiami tempat itu secara perlahan-lahan.

Sumber: www.businessinsider.in

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.