Press "Enter" to skip to content

Turis Missionaris Amerika, “God, I Don’t Want To Die”

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Seorang turis dan pendeta Amerika tewas terbunuh.

Seorang warga negara Amerika yang gemar melakukan petualangan kedaerah-daerah terpencil tewas terbunuh oleh penduduk suku kepulauan Andaman yang dilindungi statusnya. Kematiannya tersebut diduga akibat serangan panah saat mencoba memasuki secara illegal Pulau Sentinel pada hari Rabu lalu yang memang dilarang untuk dimasuki berdasarkan undang-undang.

John Allen Chau, 26, dari Vancouver Washington, seorang petualang Instagram yang melakukan perjalanan ke Kepulauan Andaman – sebuah wilayah India di Teluk Benggala – pernah berupaya menerobos aturan dan memasuki pulau tersebut pada 14 November, namun gagal karena masalah cuaca. Kemudian pada 16 November dengan membayar nelayan setempat untuk menemaninya, ia berhasil masuk dan berinteraksi dengan beberapa orang dari suku tersebut.

John Allen Chau dalam melakukan petualangan  juga mengemban misi missionaris ke kawasan pedalaman. Saat pertamakalinya bertemu dengan orang-orang suku tersebut ia berteriak.

“Nama saya John, saya mencintaimu dan Yesus mencintaimu.”

“Kalian mungkin berpikir saya gila dalam hal ini, tetapi saya pikir itu berharga untuk menyatakan Yesus kepada orang-orang ini.”,  demikian catatan terakhirnya kepada ibunya.

“Tuhan, Saya tidak ingin mati,” tambahnya.

Tidak ada yang tahu pasti saat itu apa yang terjadi dan mengapa Chau menuliskan hal tersebut di catatan missionaris  nya.

Cerita nelayan pada hari naas tersebut.

Chau menyewa perahu nelayan dari daerah Chidiyatapu dan membayar mereka untuk memasuki pulau itu secara illegal pada 16 November. Nelayan setempat hanya berani mengantarnya hingga batas perairan yang aman dari pulau tersebut sehingga Chau harus mendayung dengan kano sendiri.

Tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi setelah Chau mendarat di pulau Sentinel. Namun sehari setelahnya para nelayan melihat dari kejauhan tubuh Chau diseret oleh penduduk suku di sepanjang pantai.

Berdasarkan laporan, nelayan tersebut kemudian menyampaikan kabar tersebut kepada salah seroang teman Chau yang kemudian meneruskannya ke kedutaan Amerika di India. Chau kemudian dikonfirmasi tewas oleh kepolisian Andaman.

Professor PC Joshi dari Departemen Antropologi di Universitas Delhi, mengatakan kehidupan suku di kepulauan Sentinel harus dihormati. Ini adalah pilihan mereka. Jangan hanya karena beberapa dolar, kehidupan mereka harus diekspos dan dieksploitasi. Kehidupan penduduk suku Sentinel ini bukan untuk turis.

“Mereka telah hidup dan bertahan selama ratusan tahun.”

Sumber: www.outlookindia.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.