Press "Enter" to skip to content

“JERITAN (HATI) SANG PRAJURIT SEJATI”

  • 20
  •  
  •  
  •  
  •  
    20
    Shares
Jeritan Hati Seorang Prajurit
Ketika nurani prajurit berbicara…

Reuni 212 tahun 2018 yang diperkirakan dihadiri massa lebih massif dari Aksi 212 pada tahun 2016 kemaren meninggalkan ribuan cerita dan kisah-kisah yang sulit diungkapkan. Tidak hanya bagi mereka yang jauh dari pelosok negeri yang hadir dengan keringat dan jerih payahnya untuk menunjukkan girah seorang muslim agar bisa berkumpul bersama saudara-saudara muslimnya yang lain, tetapi juga bagi prajurit-prajurit militer yang dikerahkan dan ditempatkan di monas.

Suryo Prabowo yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia memposting sebuah photo lewat akun facebooknya. Sebuah ilustrasi nurani seorang prajurit terhadap seorang pemimpin.

Postingan tersebut mendapatkan respon dari salah seorang followernya yang meneruskan jeritan hati salah seorang anggota TNI yang mencoba menuliskan kepedihan hatinya saat peristiwa reuni 212-2018 hari ini. Berikut isi jeritan sang prajurit.

JERITAN SANG PRAJURIT SEJATI*

*(Kiriman dari kawan TNI yang bertugas jaga di sekitar istana semalam)*

*ya Alloh ya Rob*
hari ini cuaca jakarta engkau berikan begitu cerahnya.
namun tidak secerah hati kami dan rekan2 prajurit lainnya yg saat ini dikumpulkan di lapangan monas, kami bersama
ribuan prajurit dan rekan2 polisi dengan persenjataan yang sangat lengkap seolah sedang dipersiapkan untuk berperang melawan musuh yang besar.

*ya Alloh ya Rob.*
siapakah musuh yg akan kami hadapi sampai harus seperti ini , kami tidak pernah takut untuk menghadapi musuh dan lawan manapun, tapi hari ini hati kami sedih, ciut,menangis , bagai mana tidak , mereka yg akan kami hadapi adalah sodara2, adik,kakak, orang tua bahkan guru2 kami.
untuk apa kami dibekali senjata ini ?
untuk siapa peluru2 yang ada di dalam senjata ini ?
apakah untuk menakut nakuti mereka atau bahkan untuk menembaki mereka.

*ya Alloh ya Rob.*
kami lebih baik dikirim kemedan tempur,
kami lebih berani dan bangga kalau harus berangkat ke Libanon, konggo, palestina, syiria ataw disuruh untuk menghadapi OPM.
tapi jangan hadapkan kami dengan sodara – sodara kami ini.

*ya Alloh ya Rob.*
sore ini kami sudah dihadapkan dengan mereka, ribuan manusia berbondong2 dengan wajah2 yg begitu damai, mereka menghampiri kami dengan senyum yg tulus, mereka menyalami, memeluk kami dengan hangatnya.

Baca juga: Kritik Fahri Hamzah ke Prabowo

*ya Alloh ya Rob.*
untuk apa senjata- yang kami bawa ini ?
untuk apa ?……
untuk apa ?……

*ya Alloh ya Rob…*
merekakah yang harus kami hadapi, untuk merekakah senjata yg kami pegang ini.
tega kah kami menggunakan senjata yang diberikan pada kami untuk menghadang dan menembaki mereka.

*ya Alloh ya Rob*
sungguh hati ini terus bergejolak, antara nurani, sumpah prajurit dengan tugas yg harus kami emban.

*ya Alloh ya Rob.*
ingin rasanya hari ini hanya sebuah mimpi.
ingin rasanya hari esok itu tidak ada.
ingin rasanya kami sudah berada di hari lusa.

Baca juga: Mardani Ali Sera, “Kita butuh lebih banyak suara di parlement!”

*Ya Alloh ya Rob.*
hanya berdoa ke pada engkaulah yg bisa kami lakukan .
semoga hari esok semua berjalan dengan aman.
semoga hari esok tidak ada penyusup – penyusup yg ingin merusak kesucian acara itu.
semoga hari esok bisa kami lalui dengan aman dan damai
dan…..
semoga hari esok sodara2 kami yang datang dari seluruh penjuru tanah air diberikan kelancaran, kekuatan, kesehatan dan bisa kembali kerumah dan kampung halamanya dalam keadaan selamat.
Aamiin Yaa’Robbal ‘Aalamiin.

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *