Press "Enter" to skip to content

Mardani Ali Sera, “Kita butuh kekuatan besar untuk voting selamatkan RUU Pro Umat!”

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Siapa yang akan mendukung suara umat di parlement?

Mardani Ali Sera, anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyorot kurangnya kekuatan voting partai-partai pro-umat di DPR. Hal itu disampaikannya lewat akun twitter pribadinya baru-baru ini.

Khusus tentang Rancangan Undang-Undang Minuman Berakohol (RUU Minol) dan Rancangan Undang-Undang Pertembakauan, sebenarnya sudah beberapa kali dibahas dalam masa persidangan anggota DPR. Sekretaris Jendral DPR Indra Iskandar yang baru dilantik 22 Mei 2018 lalu mengemukakan hal tersebut kepada media Republika. Namun hingga saat ini RUU tersebut terancam dihentikan pembahasannya karena belum menemui titik temu.

Belum ada titik temu antara DPR dan Pemerintah (Kementrian Perdagangan)

Mardani Ali Sera menyuarakan kekhawatiran tenggelamnya pembahasan RUU Pro Umat,  khususnya RUU Larangan Minol ini akan dihentikan jika tidak juga mengalami titik temu setelah melewati satu kali lagi masa persidangan. RUU Minol ini awalnya digagas oleh Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. Namun pembahasannya masih berjalan ditempat dan tidak pernah ada kemajuan.

Anggota DPR Ahmad Mustaqim dari PPP tetap berharap bahwa akan ada titik temu antara pimpinan DPR dengan pemerintah yang diwakili oleh Kementrian Perdagangan.

Pemerintah Bersikeras dengan Pengendalian VS PPP, PKS, dan PAN tentang Pelarangan
Berdasarkan berita dari Republika, tidak adanya kata sepakat tersebut dikarenakan sikap pemerintah yang tidak ingin melakukan pelarangan peredaran minuman berakohol. Pemerintah bersikap menolak judul ‘larangan’ yang diusulkan DPR dengan hanya menyiapkan satu alternatif judul RUU Minol, berupa ‘pengendalian’.


Hal ini bertentangan dengan usulan tiga fraksi, PKS, PAN, dan PPP menginginkan judul ‘larangan minuman berakohol’

Faktor-faktor penghambat RUU Minol

  • Internal Fraksi DPR Ada Yang Tidak Setuju ‘Larangan Minol’
    Fraksi-fraksi DPR pun mengalami perpecahan. Ada internal fraksi yang tidak setuju dengan usulan ‘larangan minol teresebut dan bahkan ada juga fraksi yang berpendapat untuk tidak ada sama sekali.
  • Fraksi pendukung kalah suara.
    Menurut Ketua Pansus RUU Minol Arwani Thomafi, selama ini yang resmi mengusulkan judul dengan mencantumkan ‘larangan’ tersebut hanya PPP dan PKS. Wajar saja, Mardani Ali Sera (PKS) khawatir, jika saat harus dilakukan voting, maka RUU Minol akan terkubur karena kalah suara.
  • Minimnya jumlah peserta dalam setiap rapat
    Arwani Thomafi juga menjelaskan bahwa dalam beberapa kali pertemuan rapat, peserta yang hadir selalu sulit untuk kuorum. Ia menduga bahwa ada pihak-pihak yang berupaya menghambat pembahasan RUU tersebut.

“Kalau setiap diundang rapat nggak datang, jadi memang ada keinginan menghambat”, Arwani Thomafi

Namun, saat ini pansus akan berencana kembali menggelar rapat untuk membahas kelanjutan RUU Larangan Minol tersebut pekan depan. Mardani Ali Sera telah melemparkan bola panas ke masyarakat. RUU Larangan Minol ini akankah tergilas oleh kepentingan-kepentingan kapitalis yang tidak pro umat?

Jika saja akan dilakukan voting, RUU Larangan Minol sudah pasti akan layu sebelum berkembang, sebab PKS, PPP, PAN hanya punya sedikit suara di parlement untuk mewujudkan setiap RUU Pro Umat.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *