Press "Enter" to skip to content

“Saya Sedih Islam selalu Dikaitkan dengan Radikalisme, Anti Pancasila dan NKRI”

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Reuni Akbar 212, Persatuan Umat Islam Indonesia

Oleh: Hadiwijaya

“Saya sebenarnya bukan pendukung Prabowo. Tahun 2014 saya adalah pendukung fanatik Jokowi.

Namun saya sangat jengah ketika Islam pada 4 tahun belakangan ini selalu disudutkan, diposisikan sebagai radikal, intoleran, anti Pancasila dan NKRI, hati saya perih, sedih, dan geram.

Memang yang melakukan itu bukan Jokowi, tapi para pendukung Jokowi. Orang2 yang menginginkan Jokowi menjadi presiden.


Walaupun prestasi Jokowi terkait infrastruktur menurut saya membanggakan, namun itu tidak lebih bermakna daripada keyakinan saya. Saya tidak ingin agama saya dinistakan terus menerus.”

Baca Juga: Mardani Ali Sera, “Kita butuh kekuatan besar untuk voting selamatkan RUU Pro Umat!”

Hal tersebut merupakan kutipan percakapan saya dengan seorang teman. Seorang mantan pendukung Jokowi yang ikut kegiatan 212 lalu. “Saya ingin ketidakadilan terhadap agama saya segera diakhiri”.

Apa yang disampaikannya selaras dengan apa yang disampaikan Aa Gym dalam ILC 4 Desember 2018, bahwa kegiatan silaturrahmi 212 yang diikuti jutaan masyarakat, lebih merupakan ungkapan protes atas ketidakadilan yang terjadi terhadap agama Islam.

*Silakan share tanpa izin

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.