Press "Enter" to skip to content

Ba’asyir Bebas Tanpa Syarat, PSI dan Demokrat Saling Hujat

  •  
  •  
  •  
  •  
SBY dan Ustad Ba’asyir

Keputusan Presiden Joko Widodo untuk membebaskan terpidana kasus teroris, Ustad Abu Bakar Ba’asyir, pada pekan depan. tidak hanya memunculkan sejumlah opini dari berbagai kalangan, tapi juga memantik perseteruan antara dua partai yaitu PSI dan Demokrat.

Perseteruan tersebut dipicu oleh pernyataan yang disampaikan Sekjend Partai Solidaritas Indonesia, Raja Juli Antoni dihadapan awak media pada 18/1/2019. Dalam pernyataannya, Toni tidak hanya mengapresiasi langkah kemanusiaan yang diambil oleh Presiden Joko Widodo, tapi juga menyindir Ketua Umum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono dan Ketua FPI, Habib Rizieq Shihab.

“Kita perlu ingat bahwa Ustad Ba’asyir dipenjara melalui proses hukum pada masa pemerintahan SBY. Tapi kenapa tidak ada yang mengatakan SBY telah mengkriminalisasi Ba’asyir? Dua kali Habib Rizieq dipenjara saat SBY berkuasa, tidak pula muncul isyu kriminalisasi,” papar Toni sambil menyampaikan rasa herannya saat Jokowi dituduh mengkriminalisasi ulama terkait kasus hukum Rizieq Shihab.

Pernyataan dari Sekjend PSI tersebut kontan memantik amarah kubu Partai Demokrat,  hingga Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon pada 19/1/2019 melontarkan kalimat yang kasar, “Maaf, untuk mengatakan otak ditaruh di dengkul Raja Juli ini!”

Jansen tidak menampik bahwa Ba’asyir memang dijebloskan ke dalam penjara di era kepemimpinan SBY. Namun proses hukum terhadap Ba’asyir tidak diwarnai kriminalisasi ulama.

“Kasus Ustadz Ba’asyir jelas dan disitu tidak ada kriminalisasi ulama. Proses hukumnya jelas, sidang dilakukan secara fair dan keputusan yang diambil oleh pengadilan karena yang bersangkutan terbukti bersalah. Hal tersebut justru sebuah prestasi di era SBY,” tegas Jansen.

Lebih lanjut, Ketua DPP Partai Demokrat ini menantang PSI untuk mengkonfirmasi persoalan tersebut kepada Kapolri serta polisi-polisi lainnya yang ikut terlibat dalam penangkapan Ba’asyir dan sampai sekarang masih aktif berdinas.

“Silahkan saja kalau Jokowi membebaskan Ba’asyir dengan berbagai pertimbangan, tapi tidak usah para pendukungnya mengkait-kaitkannya apalagi sampai menjelek-jelekkan Pak SBY,” tambahnya.

Dengan menahan geram Jansen juga berkata, “Silahkan kalau PSI mau menjadi penjilat Jokowi, tapi njilatnya yang rasional dan pakai akal sehat sedikit. PSI mungkin lupa, dipenjarakannya Ba’asyir karena kasus terorisme. Mereka yang berideologi mirip PSI, saat itu malah gembira atas penangkapan dan dipenjarakannya Ba’asyir. Sekarang kami balik bertanya, apakah PSI mendukung terorisme?\ pungkas Jansen Sitindaon. (AGK)

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.