Press "Enter" to skip to content

8 Kegaduhan Politik yang Bikin Elektabilitas Jokowi – Ma’ruf Semakin Tergerus

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Elektabilitas Jokowi Menurun

Ditengah semakin merosotnya elektabilitas Jokowi – Ma’ruf dan semakin terdongkraknya elektabilitas Pabowo – Sandi berdasarkan hasil survey sejumlah lembaga, beberapa manuver yang dilakukan petahana bersama kubunya justru semakin menggerus kepercayaan publik terhadap paslon nomor urut satu ini.

Berikut 8 manuver yang membikin kegaduhan politik dan berpotensi menjadi blunder bagi Joko Widodo.

1. Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir

Abu Bakar Ba’asyir, terpidana kasus terorisme “Bom Bali”, menurut rencana akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan. Hal tersebut disampaikan Penasihat Hukum petahana, Yusril Ihza Mahendra yang dibenarkan oleh Joko Widodo. Namun kabar tersebut, beberapa hari kemudian dipatahkan oleh Menkopolhukam, Wiranto, yang mencabut rencana pembebasan Ba’asyir, karena yang bersangkutan tidak mau menandatangani dokumen yang menyatakan kesetiaannya pada Pancasila dan NKRI.

2. Pernyataan KH. Said Aqil Siradj

Dalam salah satu pernyataannya, Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj menyampaikan bahwa posisi-posisi keagamaan di semua lini, mulai darii imam masjid sampai pengurus KUA (Kantor Urusan Agama) harus dipegang oleh para nahdliyin. Pernyataan tersebut sudah barang tentu menuai sejumlah kritik, karena dikhawatirkan dapat memecah belah ummat Islam di Indonesia serta menciptakan image negatif bagi petahana, karena Said Aqil Siradj dikenal dekat dengan Jokowi.

3. Lagu Indonesia Raya Diputar di Gedung Bioskop

Belum lama ini, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi menyampaikan himbauan, agar mereka yang menonton film di gedung-gedung bioskop menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum film diputar. Namun himbauan tersebut akhirnya dicabut hanya dalam waktu 2 x 24 jam.

4. Gaji ASN (Aparatur Sipil Negara)

Potensi blunder berikutnya disumbangkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Dalam salah satu acara yang digelar kementriannya bersama para ASN, Rudiantara menyampaikan pertanyaan kepada salah satu pegawai di lembaganya tentang siapa yang menggaji ASN, setelah sebelumnya pegawai tersebut menyampaikan jawaban yang berkaitan dengan Pilpres 2019.

5. Intervensi Doa, KH Maimun Zubair

Intervensi doa yang dilakukan Ketua Umum PPP, M. Romahurmuzy terhadap Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, KH. Maimum Zubair, pada acara “Sarang Berzikir untuk Indonesia Maju” pada hari Jumat, 01/02/2019.

6. Peserta Aksi 212 Wisatawan Penghamba Uang

Risiko menciptakan kesan negatif bagi Jokowi juga dilontarkan Ketua BPT Mania, Immanuel Ebenezer yang menuduh para peserta aksi 212 merupakan kelompok wisatawan yang menghamba pada uang.

7. Penempatan Panglima TNI Aktif Diluar TNI

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dalam sebuah pernyataannya menyampaikan bahwa ada rencana untuk menempatkan perwira TNI aktif di lembaga-lembaga yang ada di luar TNI. Rencana tersebut akan terealisasi jika revisi UU No. 34/2004 disetujui. Tentu saja pernyataan tersebut menuai sorotan negatif, karena jika rencana tersebut diwujudkan, sama saja dengan mundur ke belakang serta mengkhianati cita-cita reformasi, sebab salah satu amanat dari reformasi adalah menghapus dwifungsi ABRI.

8. Dilarang Menggunakan Jalan Tol Jika Tidak Mendukung Petahana

Saat menghadiri acara “Silaturahmi Jokowi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah” yang bertempat di Semarang Town Square, Semarang pada 02/02/2019, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan agar masyarakat yang tidak mendukung Jokowi – Ma’ruf pada Pilpres 2019 untuk tidak menggunakan jalan Tol.

Akankah serangkaian kegaduhan politik yang dibuat Jokowi beserta kubunya semakin menggerus elektabilitas petahana? Hanya waktu yang akan menjawabnya. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.