Press "Enter" to skip to content

Buya Gusrizal Gazahar, “KH. Ma’ruf Amin hadir di Sumbar sebagai cawapres bukan sebagai Ketum MUI!”

  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares
Buya Gusrizal Gazahar bereaksi menanggapi kedatangan KH Maaruf Amin di Sumatera Barat

Sebuah surat berupa undangan kuliah umum yang ditujukan kepada kalangan sivitas akademika di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang beredar luas hingga viral ke media sosial.

Undangan yang ditandatangani oleh Hetti Waluaty Triana, selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik tersebut menyatakan bawa kuliah umum diadakan dalam rangka meningkatkan mutu proses belajar mengajar serta wawasan kebangsaan sivitas akademika UIN Imam Bonjol Padang.

Kuliah umum yang mengambil tema “Ekonomi Syariah ‘Realitas dan Prospek di Indonesia‘” akan diberikan oleh KH. Maaruf Amin sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia. Kuliah umum sedianya akan diselenggarakan pada hari Jum’at 8 Februari 2019 dan berlokasi di Gedung Serbaguna UIN Imam Bonjol.

Ketua Umum MUI Sumbar Bereaksi
Majelis Ulama Indonesia – Sumatera Barat, dibawah Ketua Umum Buya Gusrizal Gazahar, Lc., MA yang sempat menjadi dosen di UIN Imam Bonjol Padang mengeluarkan pernyataannya menanggapi kegiatan kuliah umum yang akan diberikan oleh KH. Maaruf Amin yang juga calon wakil presiden tersebut.

“KH. Ma’ruf Amin hadir di Sumbar sebagai cawapres bukan sebagai Ketum MUI.
Itu yang kami ketahui !

Jangan ada yang membawa-bawa Majelis Ulama dalam berbagai kegiatan beliau !!!”


MUI Sumbar sebelumnya pernah mengeluarkan pernyataan berupa apapun sikap dan tindakan yang dilakukan oleh KH. Maaruf Amin ke depan yang berdampak buruk kepada wibawa majelis dan marwah ulama, adalah tanggung jawab pribadi yang bersangkutan kepada Allah SWT dan umat Islam, dan tidak membebani Majelis Ulama sedikitpun. Hal ini terkait dengan keputusan tokoh ulama NU kelahiran 11 Maret 1943 yang tengah menjabat sebagai ketua umum Majelis Ulama Indonesia (2015-220) ini untuk terjun ke kancah politik.

Netizen Ingatkan Jebakan Betmen di Pondok Pesantren Tasikmalaya

Sementara itu netizen di media sosial banyak yang mengingatkan akan kejadian yang baru-baru ini terjadi di sebuah pondok pesantren di Tasikmalaya. Acara yang digelar di Pondok Pesantren Sulalatul Huda yang sedianya menjadi ajang sosialisasi “Ekonomi Syariah dari OJK”, tiba-tiba berubah menjadi ajang deklarasi dukungan untuk pasangan kandidat calon presiden-wakil presiden 01.

Keluarga besar ponpes Sulalatul Huda merasa di jebak, karena surat yg diterima yaitu izin Sosialisasi Ekonomi Syariah ternyata berubah menjadi ajang “DEKLARASI ULAMA SEKOTA TASIKMALAYA MENDUKUNG CAPRES CAWAPRES NO 1”

Netizen di Sumatera Barat banyak yang mengingatkan untuk tetap berhati-hati terutama dengan jebakan-jebakan bernuansa politik yang dilakukan untuk meraih dukungan dengan cara yang licik dan tidak patut.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.