Press "Enter" to skip to content

Jika Terbukti Pakai Konsultan Asing, Maka Jokowi Pantas Menyandang Gelar Jancuk Plus Munafik!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Stanley Greenberg dan Jokowi

Sebuah informasi mengejutkan diunggah oleh political-strategist.com. Dalam salah satu artikelnya, media online ini menulis, bahwa Joko Widodo merupakan salah satu klien Stanley Greenberg yang merupakan Pimpinan sekaligus CEO Greenberg Quinlan Rosner Research, yakni perusahaan konsultan strategi politik dunia.

Greenberg dikenal sebagai peneliti sekaligus ahli strategi politik ternama yang telah membantu banyak politisi, partai politik, organisasi serta perusahaan didunia. Beberapa nama yang pernah memanfaatkan jasa Greenberg sebagaimana dikutip dari political-strategist.com diantaranya adalah Bill Clinton, Nelson Mandela, Al Gore, Tony Blair, John Kerry, Gerhard  Shoroder dan Presiden RI Joko Widodo.

Memanfaatkan jasa konsultan asing memang tidak diharamkan dalam dunia politik, persoalannya, baru beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 02 dan 03 Pebruari 2019 dalam sebuah acara di Surabaya, Jatim dan Karanganyar, Jateng, Jokowi telah menuduh Prabowo telah menggunakan jasa konsultan asing dalam menghadapi Pilpres 2019.

Itu sebabnya, saat nama Jokowi masuk dalam daftar klien Stanley Greenberg, capres nomor urut 01 ini ibarat melemparkan boomerang yang balik menyerang dirinya sendiri. Alhasil, cibiranpun datang dari pihak lawan, sebagaimana disampaikan oleh Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahahean.

Content political-strategist.com yang menulis nama Joko Widodo




“Jika Jokowi memang klien dari Stanley, maka saya harus mengatakan bahwa Jokowi memang pantas untuk menerima gelar jancuk dengan tambahan munafik,” kata Ferdinand.

Baca juga: Ikuti Polling Partai yang paling konsisten mendukung aspirasi ummat!

Namun demikian, Ferdinand meminta dilakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran dari data yang ditulis political-strategist.com. “Karena kontrak diantara mereka belum pernah saya lihat, sejauh mana kebenarannya, saya belum tahu pasti.”

Cibiran lain juga datang dari Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, Ustadz Sani Abdul Fatah, yang mengatakan agar Jokowi beserta timnya mengkaji terlebih dahulu sebuah persoalan sebelum menyampaikannya di hadapan publik, karena dapat menimbulkan fitnah dan huru-hara di tengah-tengah masyarakat.

“Setelah melemparkan fitnah dan fitnah tersebut beredar di tengah-tengah masyarakat, kini nama Jokowi tercatat sebagai salah satu klien dari konsultan politik asing. Itu namanya satu jari menunjuk orang lain, sementara empat jari lainnya menunjuk diri sendiri,” kata ustadz Sani. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.