Press "Enter" to skip to content

Ungkapan Kesedihan Ibu Sandiaga Uno

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Mien Uno bersama Putranya, Sandiaga Uno

Seiring dengan langkah Sandiaga Uno untuk maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto, bersama itu pula cercaan, cibiran, cacian, umpatan dan juga fitnah mewarnai hari-hari mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

Entah bagaimana perasaan Sandi saat menghadapi serangan demi serangan dari orang-orang yang berseberangan politik dengannya? Hingga kini belum ada yang tahu, karena Sandi memang belum pernah mengungkapkan isi hatinya kepada publik.

Namun yang pasti, Rachmini Rachman Uno yang lebih dikenal dengan sebutan Mien Uno, Ibu dari Cawapres nomor urut 02 ini mengungkapkan rasa sedihnya tatkala mengetahui anaknya difitnah disana-sini tanpa sekalipun membalas. Ungkapan kesedihan itu disampaikan Mien Uno dalam sebuah diskusi yang bertempat di Media Centre Prabowo – Sandi di Jakarta Selatan pada 11/02/2019.

Pakar Pendidikan Kepribadian ini dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa dia bersama suami mendidik anak-anaknya sesuai dengan ajaran agama dan kearifan lokal, seperti etika menghormati orang lain, kejujuran, integritas serta yang lain.

“Saya mendidik Mas Sandi sesuai dengan aturan dan dengan pendidikan sebagaimana yang saya terima disaat saya masih kecil. Kebetulan kedua orangtua saya adalah guru, jadi saya didik Mas Sandi sesuai dengan aturan sebagaimana yang diajarkan kedua orang tua saya,” ungkap Mien Uno.

Karena itulah perempuan kelahiran Indramayu, 23 Mei 1941 ini tidak merasa heran melihat sikap anaknya yang tidak pernah sekalipun membalas berbagai fitnah dan kabar negatif yang ditujukan kepada dirinya pada masa-masa menjelang Pilpres.

Melihat sikap yang ditunjukkan anaknya tersebut, Mien Uno merasa salut dan memuji kesabaran Sandi, karena menurutnya, etika adalah aturan emas sedang landasannya adalah moral.

Meskipun anaknya tidak membalas setiap fitnah dan serangan yang ditujukan kepada dirinya, namun sebagai seorang ibu, Mien Uno tidak dapat memungkiri kalau hatinya merasa sakit. Terlebih dengan munculnya narasi-narasi “Sandiwara Uno” yang menurutnya mustahil dilakukan oleh seorang Sandiaga.

“Setiap kali ada yang bilang “Sandiwara Uno”, mungkin dia (Sandiaga) tidak apa-apa, tapi yang sakit hati itu ibunya,” kata Mien Uno dengan mata berkaca-kaca.

Dia meyakini, Sandiaga tidak mungkin melakukan tindakan yang diwarnai dengan kebohongan lewat permainan sandiwara demi untuk mendongkrak elektabilitas, karena Sandiaga dia besarkan dengan nilai-nilai yang jauh dari kebencian dan kebohongan. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.