Press "Enter" to skip to content

Debat Pilpres 2019 Putaran 2: Prabowo Ofensif, Jokowi Counter Attack

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Debat Pilpres 2019 Jilid 2

Debat Pilpres 2019 Putaran 2 memang baru berlangsung besuk, Minggu, 17/02/2019. Namun gambaran strategi yang akan diusung kedua paslon yang akan beradu argumentasi tersebut sudah dapat diprediksi melalui penuturan dari Tim Sukses kedua paslon.

Dengan tema: Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup serta Infrastruktur, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno besar kemungkinan akan menggunakan strategi ofensif dengan menyerang sejumlah kebijakan pemerintah dibawah kepemimpinan Jokowi-JK serta sejumlah janji petahana dalam Pilpres tahun lalu yang belum terealisasi.

Sedang dari kubu Jokowi – Ma’ruf Amin, akan cenderung bersifat defensif dengan menjelaskan sejumlah capaian selama 4,5 tahun terakhir, sambil sesekali melakukan counter attack apabila dibutuhkan.

Gaya menyerang yang akan ditampilkan Prabowo – Sandi ini disampaikan oleh Tim Ahli Energi dan Pangan BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo – Sandi, Sudirgo Purbo yang mengatakan bahwa jagoannya akan banyak mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah di era kepemimpinan Jokowi.

“Tidak semua kebijakan yang dilakukan pemerintah berjalan dengan baik, misalnya kebijakan tentang konsep satu harga, disatu sisi memang baik, tapi kalau stoknya tidak ada, bagaimana?” ungkap Sudirgo di media center BPN, Jakarta Selatan, 15/02/2019.

Melalui Debat Pilpres 2019 putaran ke-2 itulah, tambah Sudirgo, Prabowo – Sandi akan mempresentasikan cara untuk memperbaiki kebijakan pemerintah yang belum sesuai dengan yang diharapkan masyarakat serta menambal berbagai kebijakan pemerintah yang bolong-bolong. Sehingga Prabowo nantinya tidak hanya melontarkan masalah dan kritik, tapi juga akan memberikan solusi. Dengan gaya itulah, Sudirgo optimis Prabowo akan memenangkan jalannya debat.

Berbicara tentang gaya yang akan diusung pasangan Jokowi – Ma’ruf, Wakil Sekretaris TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi – Ma’ruf, Verry Surya Hendrawan mengatakan Jokowi akan cenderung bertahan dengan menjelaskan berbagai keberhasilan yang telah dicapai pemerintah dalam kurun waktu 4,5 tahun terakhir.

“Semua akan disampaikan, mulai dari infrastruktur apa saja yang sudah berhasil diwujudkan, isu tentang pangan dan lingkungan, energi terbarukan seperti pembangkit tenaga angin di Sulawesi, tentang bagaimana Pak Jokowi meminta  agar Freeport mematuhi rekomendasi Kementrian LHK, serta yang lain,” jelas Verry.

Meskipun cenderung untuk bertahan, pasangan yang diusungnya jika dibutuhkan akan melakukan serangan balik. Counter attack tersebut, kata Verry, dilakukan dengan memaparkan prestasi-prestasi dan capaian-capaian pemerintah sesuai dengan isi serangan yang disampaikan Prabowo.

Namun demikian Wakil Sekretaris TKN ini menyadari kalau di belakang Prabowo terdapat para pakar dan orang-orang yang sarat pengalaman, seperti Soesilo Bambang Yoedhoyono, Kwiek Kian Gie, Rizal Ramli, Sudirman Said serta yang lain. Orang-orang tersebut diyakini akan banyak memberikan masukan kepada Prabowo. Namun Verry yakin jagoannya akan unggul dalam debat tersebut, karena Prabowo memiliki satu kekurangan yang fundamental yaitu belum memiliki pengalaman dalam memimpin. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.