Press "Enter" to skip to content

Kenapa Issei Sagawa Pernah Begitu Terkenal di Jepang?

  •  
  •  
  •  
  •  
Issei Sagawa, hidup dari kisah kriminalitasnya.

Ia bukan bintang K-pop konon pula seorang superstar di Jepang. Namun kisah hidupnya yang mengerikan membuatnya menjadi superstar kecil di tanah kelahirannya, Jepang.

Issei Sagawa, dilahirkan di Kobe, 26 April 1949 dari sebuah keluarga yang kaya. Ia lahir prematur dan sempat mengidap penyakit enteritis, penyakit kulit terbakar karena mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi mikroba patogen.

Saat pertama ia menyadari memiliki hasrat kanibalistik yaitu ketika kelas satu sekolah dasar, ketika melihat paha teman laki-laki sekelasnya. Berdasarkan sebuah interview pada tahun 2011, ia mengakui bahwa sering melakukan tindak kekejaman terhadap anjingnya dan kemudian mulai berfantasi memakan tubuh wanita.

Pada usia 23 tahun, ia pernah berupaya untuk mewujudkan keinginannya. Sagawa membuntuti seorang wanita Jerman dan menerobos apartement wanita itu ketika ia sedang tidur. Upayanya untuk hanya merobek sebagian kecil daging wanita tersebut gagal karena wanita Jerman itu terbangun dan melakukan perlawanan. Sagawa kemudian ditangkap polisi dan didakwa melakukan percobaan pemerkosaan, namun ia menyangkal hal tersebut.

Issei Sagawa sebenarnya termasuk seorang pemuda yang cerdas. Pada tahun 1977 saat berusia 27 tahun ia memutuskan untuk mengejar PhD ke Prancis dan tinggal di kota Sorbonne. Selama beberapa tahun di Sorbonne, ia pernah mencoba lagi mewujudkan hasrat kanibalismenya, namun menurut pengakuannya selalu gagal karena tangannya gemetar dan kaku.

Hingga akhirnya pada 11 Juni 1981, ia memiliki kesempatan dan keberanian untuk melakukannya. Pada tanggal tersebut Sagawa mengundang teman perempuannya yang berasal dari Belanda Renée Hartevelt untuk makan malam di apartemennya dan mengerjakan tugas kuliah bersama-sama.

“Saya terobsesi untuk memakan seseorang sebelum menjadi terlalu tua, dan keinginan tersebut hilang..”

Issei Sagawa, pembunuh dan pemakan daging tubuh wanita Belanda Renée Hartevelt, 1981

Pada sebuah kesempatan saat mengerjakan tugas, Sagawa menembak wanita malang tersebut dari belakang. Ia kemudian mencoba untuk menggigit dan memakan tubuh wanita tersebut namun gagal. Sagawa memutuskan untuk pergi keluar membeli pisau daging di toko terdekat.

Selama dua hari Sagawa menikmati daging wanita tersebut. Setidak-tidaknya ia berhasil menghabiskan sebanyak 7 kilogram tubuh Renée Hartevelt selama dua hari pertama. Pada tiga hari berikutnya ia melanjutkan memakan sisanya.

Namun ia tidak berhasil menghabiskan semua daging yang disimpannya dalam kulkas. Sagawa memutuskan untuk membuang daging yang tersisa di danau Bois de Boulogne, namun ia terlihat oleh seseorang yang lalu memanggil polisi. Sagawa kemudian diinterogasi oleh Polisi Prancis dan ditangkap setelah ketahuan sedang membawa dua tas koper berisikan daging tubuh Renée Hartevelt yang telah terpotong-potong.

Issei Sagawa, ketika digiring dari pengadilan Prancis, 1981

“Sebenarnya keinginan saya bukanlah untuk membunuh, tapi hanya memakan dagingnya sedikit. Sangatlah normal bagi seorang pria menyukai wanita. Ketika hal itu terjadi, ia akan memiliki hasrat untuk selalu dekat, melihatnya setiap hari bahkan menciumnya. Bagi saya, memakan daging wanita yang saya sukai termasuk bagian dari hasrat itu.”

“Saya terus terang tidak bisa mengerti, kenapa semua orang tidak memiliki perasaan yang sama..”

Orang tua Sagawa yang kaya raya kemudian menyewa jasa pengacara untuk membela anaknya. Setelah ditahan selama dua tahun di penjara Prancis saat menunggu putusan hukuman, ia dinyatakan gila dan dan tidak layak diadili oleh hakim Prancis yang memerintahkannya ditahan tanpa batas waktu di sebuah institusi mental.

Pengadilan Prancis kemudian memutuskan untuk mendeportasi Sagawa ke Jepang. Sebuah keputusan yang layak disesali oleh pengadilan Prancis hingga sekarang. Kasus ini kemudian menjadi viral dan membuat namanya menjadi terkenal di Jepang. Setibanya di Jepang ia kemudian dimasukkan ke Rumah Sakit Matsuzawa untuk menjalani pemeriksaan fisik dan psikis.

Setelah mengalami rangkaian pemeriksaan, psikolog yang memeriksa Sagawa kemudian menyatakan bahwa Issei Sagawa waras dan hanya memiliki penyimpangan seksual yang menjadi motivasi utamanya melakukan pembunuhan. Lantaran kasusnya di Prancis telah ditutup, semua arsip dan dokumentasi kasus Sagawa telah di segel dan tidak bisa diberikan kepada pihak berwenang di Jepang. Sebagai konsekuensi, ia tidak bisa di tahan secara hukum di Jepang. Pada tanggal 12 Agustus 1986 Issei Sagawa keluar dari rumah sakit dan hidup bebas.

Sagawa, semenjak saat itu popular dan menjadi selebritas kecil di Jepang, meski banyak yang begitu membencinya. Ia kemudian hidup dari popularitasnya tersebut. Hadir di acara-acara televisi, menulis buku mendapatkan sedikit uang dari hasil menjual cerita kriminalnya kepada beberapa media Jepang.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.