Press "Enter" to skip to content

Prabowo Kalah Debat, Timsesnya Mencari Kambing Hitam

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Debat Pilpres Kedua

Harus diakui, Debat Pilpres Kedua menjadi milik Jokowi setelah melihat tampilan Prabowo yang kerap kurang memahami persoalan yang dibahas, gagap saat diserang balik, memilih menghentikan jalannya diskusi dan hanya bermodal retorika namun miskin data.

Tercatat dari 2.789 kata yang dilontarkan, Prabowo hanya menyebut angka sebanyak 20 kali. Angka-angka yang disampaikan itupun sekedar sampiran dan bukan inti dari persoalan yang disampaikan. Berbeda dengan Jokowi yang menyebut angka hingga 98 kali, meski sebagian diantaranya tidak akurat.

Gagalnya Prabowo dalam Debat Pilpres babak kedua itulah yang membuat muncul pendapat-pendapat dari Tim Kampanye serta simpatisannya yang seolah mencari kambing hitam, berusaha memenangkan opini pasca debat serta menciptakan narasi untuk memberi kesan bahwa Prabowo sebenarnya mampu menaklukkan Jokowi, demikian pendapat yang disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin.

“Dalam debat seharusnya dibalas dalam debat, bukan dibalas diluar, Sebab di luar itu bisa bicara apa saja yang dapat menjadi isu liar,” ungkap Ujang. Untuk itu Ujang memberikan masukan agar  BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo – Sandi mengevaluasi kinerja jagoan yang diusungnya daripada menuduh.

Sebelumnya, beberapa tuduhan memang disampaikan oleh BPN ke KPU terkait dengan palaksanaan Debat Capres. Direktur Relawan BPN, Ferry Mursyidan Baldan misalnya menyerang persoalan dua wadah undian yang berisi daftar pertanyaan untuk masing-masing kandidat. Dengan adanya dua wadah tersebut, menurut Ferry, memungkinkan pertanyaan telah disortir terlebih dahulu. Tekhnis tersebut, tambahnya, sebenarnya sudah ditolak saat rapat bersama KPU, tapi ternyata masih terus dipakai.

Pernyataan Ferry tersebut dibantah oleh Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. “Pada prinsipnya, untuk persoalan yang menyangkut penyelenggaraan debat, tidak ada kecurangan,” tegas Wahyu.

Serangan lain datang dari Dewan Pengarah BPN, Fadli Zon yang mengatakan bahwa panelis sebenarnya tidak dibutuhkan. Wakil Ketua DPR ini berpendapat bahwa jalannya debat menjadi lebih intensif saat masuk ke sesi tanya – jawab antar capres.

“Panelis diistirahatkan saja. Mending saling tanya saja masing-masing,” kata Fadli pasca acara Debat Capres.

Satu lagi tuduhan yang lontarkan kubu Prabowo adalah digunakannya earpiece oleh Jokowi pada saat Debat. “Kami dari BPN tidak resmi menyampaikan hal itu. Tapi itu beredar di sosial media dan memang ada yang aneh dari Pak Jokowi,” kata Juru Bicara BPN, Ferry Juliantono.

Menanggapi tuduhan tersebut, Jokowi secara langsung menyanggahnya dan pihak KPU juga sudah mengkonfirmasi hal yang sama. Sementara Sekretaris TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi – Ma’ruf, Hasto Kristiyanto menilai, sikap yang ditunjukkan kubu lawan bukanlah sifat yang ksatria.

Menurut Hasto, apa yang dilakukan Timses Prabowo dan simpatisannya hanyalah usaha untuk menutupi kekalahan Prabowo dalam debat dengan cara mencari kambing hitam. “Lagi-lagi menerapkan politik kambing hitam. Jangan karena kalah debat lantas menggunakan berbagai macam cara untuk menutupi kekalahan Prabowo. Politik kambing hitam merupakan sikap tidak ksatria yang semestinya dihindari dalam kontestasi demokrasi,” kata Hasto. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.