Press "Enter" to skip to content

Turki Kecam Asimilasi Paksa China Ke Bangsa Uighur!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Turki kutuk keras tindakan represif China ke bangsa Uighur

Mentri Urusan Uni Eropa Republik Turki Ömer Çelik mengeluarkan pernyataan bahwa pihak berwenang Turki prihatin atas laporan yang mengatakan bahwa pemerintah Cina menempatkan seorang pria China kesetiap rumah keluarga etnis Muslim Uighur.

“Kita tahu bahwa ada implementasi seperti asimilasi terhadap komunitas Muslim, komunitas Uighur di China … Ada beberapa laporan yang mengatakan bahwa (otoritas Cina) menempatkan seorang pria China ke dalam setiap keluarga Muslim Turkistan. Semua ini (dugaan) harus diklarifikasi, “Çelik mengatakan dalam pidato televisi di CNNTürk pada hari Jumat.

Çelik juga mengulangi kekhawatiran Ankara atas kamp konsentrasi dan pelanggaran HAM terhadap Turki Uigur di Cina. Politisi yang juga juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) itu mengatakan bahwa Turki menghormati integritas teritorial China tetapi tidak memberikan legitimasi kepada pemerintah China untuk menganiaya warga Uighur di negara itu.

Baca juga: Mahasiswa China Berang Ada Orasi Aktivis Uighur di Kampus

Persekusi militer terhadap peduduk sipil Uighur

China dituduh mengubah Daerah Otonomi Xinjiang Uighur menjadi “Kamp Pengasingan besar-besaran,” dengan “setidaknya 800.000 dan mungkin hingga beberapa juta” warga Uighur dan lainnya ditahan. China, bagaimanapun, membantah tuduhan itu, menyebut kamp itu sebagai kamp “pendidikan ulang” untuk pelatihan kejuruan.

Pekan lalu, kementerian luar negeri Turki meminta Tiongkok untuk menutup kamp-kamp Uighur, menyebut mereka sebagai “Sejarah Memalukan Kemanusiaan”

Orang Uighur menjadi sasaran pengawasan ketat; mereka harus memberikan sampel DNA dan biometrik; belajar bahasa Mandarin, didoktrin untuk mengkritik dan membenci keyakinan mereka, menurut Human Rights Watch.

Sumber: ahvalnews.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.