Press "Enter" to skip to content

Dana Bansos Jelang Pemilu Meningkat Tajam, Sarat Kepentingan Politik

  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares
Menteri Keuangan, Sri Mulyani

Realisasi belanja pemerintah untuk Bantuan Sosial (Bansos) melontak 3 kali lipat pada bulan Januari 2019 yaitu Rp.15.1 trilliun dibandingkan pada Januari 2018 yang hanya sebesar Rp.5,3 trilliun. Angka tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers pada 20/02/2019 di Kantor Kementrian Keuangan, Lapangan Banteng Jakarta.

Melonjaknya realisasi Bansos pada Januari 2019 tersebut menurut Sri Mulyani disebabkan karena pencairan bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) tahap I dipercepat dan alokasi anggaran untuk PKH sendiri mengalami kenaikan dari Rp.17 trilliun ditahun 2018 menjadi Rp.34.4 trilliun ditahun 2019. Selain itu, bantuan untuk komponen pendidikan dan kesehatan juga mengalami peningkatan dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan tahun 2018.

“PKH mengalami kenaikan dua kli lipat sehingga realisasinya juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Juga untuk program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dan rastra (Beras Sejahtera) yang juga mengalami kenaikan,” terang Sri Mulyani dalam konferensi persnya.

Menanggapi lonjakan Bansos yang sangat besar jelang Pemilu 2019, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon langsung mencibir dan menilai melonjaknya Bansos yang menyentuh angka Rp.15 trilliun sarat dengan kepentingan politik jelang Pilpres.

“Tidak bisa dipungkiri, pasti ada satu motif. Ini kan sering terjadi menjelang Pemilu dikeluarkan berbagai kebijakan populer dalam bentuk bantuan-bantuan langsung,” papar Fadli di Kompleks Kantor DPR RI, Senayan, Jakarta pada 21/02/2019.

Jokowi, menurut politisi dari Partai Gerindra ini, semestinya tidak melakukan hal-hal seperti itu jika masyarakat memang menyukai pemerintahan yang sedang berjalan saat ini. “Jika petahana yang mencalonkan lagi merasa yakin kalau disukai oleh rakyat, mestinya tidak perlu melakukan itu. Ini kan persoalan winning hearts and mind, bagaimana memenangkan hati dan pikiran rakyat. Hati dan pikiran rakyat itu jangan dibeli,” tutur Fadli.

Berbeda dengan Fadli Zon, melonjaknya angka Bansos hingga tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya, menurut Wakil Ketua TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi – Ma’ruf, Eriko Sotarduga sama sekali tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik jelang Pilpres 2019.

“Itu kan dugaan masing-masing. Sah-sah saja jika memang ada yang menganggapnya seperti itu,” kata Eriko pada 21/02/2019 di kawasan Menteng, Jakarta. Melonjaknya angka Bansos tersebut menurutnya merupakan hal yang wajar sebagaimana diterangkan oleh Menteri Keuangan.

Bahkan, tambah Eriko, jika Jokowi terpilih lagi dalam Pilpres 2019 yang akan datang, anggaran untuk Bansos tahun depan nilainya akan lebih besar dibanding tahun ini. “Ya, tahun depan (dana Bansos) akn lebih besar daripada tahun ini,” kata Eriko. (AGK)

 

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.