Press "Enter" to skip to content

Ilmuwan Bristol dan California Pecahkan Teka-Teki Strip Hitam Putih Zebra!

  •  
  •  
  •  
  •  
Selama ini strip hitam puith zebra dipercaya sebagai bagian dari

Kenapa Zebra memiliki strip hitam-putih di tubuhnya? Apakah untuk menyamarkan diri dari predator? Atau supaya terlihat anggun dan elegan? Ataukah untuk menarik pasangan?

Ini adalah pertanyaan yang telah lama membingungkan para ahli zoologi, akan tetapi para peneliti dari University of Bristol dan University of California, Davis merasa mereka telah menemukan jawabannya.

Saat ini terdapat sebelas jenis zebra yang masih hidup di muka bumi. Namun dari perbedaan jenis tersebut ada satu hal yang menyatukan satwa asli Afrika ini  yang memberi mereka ciri khas, yaitu strip hitam-putih yang melapisi tubuh mereka. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa garis-garis strip ini membantu zebra menghindari parasit penghisap darah seperti lalat kuda.

Para peneliti dari Fakultas Ilmu Biologi Universitas Bristol melakukan sebuah percobaan dengan analisa video yang melibatkan lalat kuda tabanid, seekor zebra dan kuda domestik di sebuah peternakan di North Somerset, Inggris. Mereka melakukan percobaan tersebut dengan melepaskan lalat kuda penghisap darah pada sebuah kandang yang didalamnya terdapat zebra dan kuda.

Dalam sebuah analisa video, terlihat bahwa lalat kuda terbang menghampiri dan mengelilingi kedua jenis binatang tersebut. Namun ketika terbang mendekati zebra, lalat kuda gagal melambat sehingga tidak bisa mendarat dan hanya terjatuh setelah menabrak tubuh zebra.

“Lalat kuda sepertinya terbang melewati garis-garis zebra atau menabraknya, tetapi ini tidak terjadi pada kuda,” kata Profesor Tim Caro, Peneliti Kehormatan dari Fakultas Ilmu Biologi Universitas Bristol.

Garis hitam-putih pada tubuh zebra mengakibatkan jumlah lalat penghisap darah lebih sedikit berhasil mendarat dibandingkan dengan kuda. Penelitian ini didasarkan pada penelitian Tim Caro sebelumnya tentang zebra, yang mengungkapkan bahwa zebra di beberapa bagian Afrika yang memiliki garis hitap-putih yang lebih lebar lebih banyak mengalami gigitan lalat penghisap darah.

Dr Martin How, Anggota Riset Universitas Royal Society di School of Biological Sciences, menambahkan, “Penurunan kemampuan untuk mendarat di mantel zebra ini mungkin karena garis-garis yang mengganggu sistem visual lalat kuda selama saat-saat terakhir pendekatan mereka.”

“Strip hitam putih zebra mungkin menyilaukan lalat dengan cara tertentu begitu mereka cukup dekat untuk melihatnya dengan mata resolusi rendah.”

Lalat kuda di Afrika adalah tipikal lalat yang membawa penyakit berbahaya seperti trypanosomiasis  yang tidak hanya berbahaya bagi kuda namun juga bisa membahayakan manusia. Parasit Trypanosoma yang dibawa oleh lalat ini telah menyebar luas di 36 negara sub-sahara Afrika dan telah menimbulkan kematian bagi manusia.

Sumber: www.forbes.com

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.