Press "Enter" to skip to content

Petahana Pro China Menangkan Pemilu Nigeria 2019!

  • 28
  •  
  •  
  •  
  •  
    28
    Shares
Pendukung petahana Muhammadu Buhari yang kembali memimpin Nigeria untuk kedua kalinya.

Pemilihan umum yang diadakan di Nigeria 23 Februari 2019 dimenangkan kembali oleh petahana Muhammadu Buhari, politisi dari Partai Congress Progresif (APC) yang telah berkuasa semenjak 2015. Mirip-mirip dengan Indonesia, pemilu di Nigeria berlangsung serentak memilih presiden, wakil presiden, anggota senat dan parlement.

Pesaing Muhammadu Buhari, Atiku Abubakar dari Partai Rakyat Demokratik (PDP) menyatakan menolak hasil tersebut. Berdasarkan Komisi Pemilihan Umum – Nigeria, petahana unggul 50.8% dengan total suara 15,191 juta pemilih. Sementara Atiku Abubakar mendapatkan 45.8% dengan total sekitar 11,262 juta suara.

Pemilihan umum tersebut diduga berlansung tidak bebas dan tidak adil. Hal ini menyebabkan politisi yang juga pernah menjabat sebagai gubernur provinsi Adamawa ini menyatakan proses pelaksanaan pemilu tersebut suatu hal yang memalukan dan akan mengajukan banding di pengadilan.

Atiku Abubakar mengeluarkan pernyataan untuk menenangkan pendukungnya.

“Saya berterima kasih kepada seluruh rakyat Nigeria yang telah berkumpul dalam jumlah jutaan melaksanakan tugas kewarganegaraan mereka pada Sabtu lalu. Patriotisme kita orang Nigeria meluluhkan hati dan menegaskan pernyataan saya yang sering diulang bahwa kita semua adalah saudara yang lahir dari rahim seorang ibu Nigeria.”

“Sehubungan dengan pemilihan umum yang berlangsung pada 23 Februari 2019, jelas bahwa ada kecurangan nyata dan terencana di banyak provinsi yang memberikan hasil yang manipulatif.”

“..Jumlah suara yang dihilangkan di daerah basis terlihat sangat jelas, kasar, dan amatiran. Saya malu sebagai orang Nigeria sehingga hal itu bisa terjadi. Bagaimana total suara di Akwa-Ibom, misalnya, bisa 50% lebih rendah daripada di 2015?

Pro China dan Jebakan Utang Lewat Infrastruktur
Semenjak berkuasa pada 2015, hubungan antara Nigeria dan China terlihat sangat dekat. Tercatat dalam rentang waktu 2015-2018, China telah membiayai proyek infrastruktur sejumlah 5 milyar USD.

Proyek-proyek infrastruktur tersebut diantaranya adalah pembangunan jalan kereta api senilai 500 juta USD di Abuja. Sementara itu pada tahun 2018 lalu, Muhamadu Buhari juga telah menandatangani penambahan pinjaman utang sebesar 1 milyar USD lagi untuk proyek pembangunan jalan dan sarana air bersih.

Sementara itu suasana dalam negeri Nigeria terjadi pro-kontra dan kerusuhan akibat terjadinya ketimpangan sosial. Hal ini diakibatkan membanjirnya pekerja-pekerja China tanpa keahlian memadai untuk mengerjakan proyek-proyek konstruksi.

Kemarahan besar dan protest warga Nigeria telah berlangsung lama dan telah memakan korban kedua belah pihak. Terakhir tercatat, pada Desember 2018 lalu tiga buruh China ditemukan tewas terbakar di Lagos, sebuah provinsi yang berhadapan langsung dengan pantai barat benua Afrika.

Sementara pada September 2018 lalu, total utang pemerintah rejim Buhari telah mencapai angka yang mengkhawatirkan. Dua paket utang raksasa dari china: 3.1 Milyar USD di tahun 2014 and 6 milyar USD pada tiga tahun berikutnya.

Berdasarkan seorang analis politik Theopilus Abbah, secara matematik dengan jumlah populasi 198 juta jiwa, setiap warga negara Nigeria harus menanggung beban utang 15.000 Naira atau sekitar 580.000,00rupiah kepada pemerintah China.

Sumber: dailypost.ng

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.