Press "Enter" to skip to content

Hei Gadis Remaja, Hindari Ini Di Media Sosial!

  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
Media Sosial ibarat alam liar yang didalamnya berkeliaran predator-predator pemangsa!

Berkecimpung di media sosial menjadi satu hal yang harus di era gadget saat ini. Kecanggihan teknologi menyebabkan semua orang dapat dengan mudah mengakses informasi dari manapun. Sebaliknya, hal ini juga dapat digunakan untuk ajang promosi bagi mereka yang berbisnis, atau bahkan promosi diri sendiri. Hal terakhir inilah yang menjadi fokus. Dunia maya ibarat sebuah alam liar. Ada bermacam penghuni yang berkeliaran didalamnya. Salah-salah kamu mempromosikan diri, akan ada predator-predator yang dengan sigap menerkam.

Khususnya anak-anak gadis remaja yang masih mencari jati diri, media sosial adalah sebuah bentuk pelampiasan dan memuaskan keinginan berekspresi saat di dunia nyata mereka tidak mendapatkannya. Namun ada hal-hal yang harus kamu hindari dalam berselancar di liarnya media sosial. Apa saja itu?

Baca juga: Seorang Selebrity Kriminal, siapa Issei Sagawa?

Memiringkan Kepala dan Menjepit Lidah Keluar Ketika Selfi.
Kamu pikir itu cantik dan keren? O Tidak, justru itu hal yang sangat menjijikkan. Percayalah, kamu akan menyadarinya lima atau enam tahun kedepan. Sudahi kebiasaan ini. Tidak ada gunanya. Abaikan komentar netizen yang memuji kamu. “Oh Cantiknya..”, atau ,”Wow… keren..”. Yakinlah, itu cuma basa-basi busuk yang memotivasi kamu kearah negatif.

Cari Perhatian di Media Sosial.
Banyak para remaja tanggung terutama gadis remaja yang menggunakan media sosial sebagai tempat berkeluh kesah. Menuliskan sesuatu yang tidak perlu dan tidak berguna.

Kata-kata seperti, “Hari ini ketemu mantan.. gimana ya..”. Atau barangkali, “Kasian deh kamu..”

Hindari kata-kata bersayap yang memancing reaksi. Tidak akan ada gunanya. Jadikan orang tua sebagai tempat berkeluh kesah. Ibu akan lebih mendengarkan anaknya dan memberikan masukan yang tepat, dari pada media sosial yang penuh dengan para predator gadis remaja yang masih lugu dan polos.

Pamer jumlah follower atau teman di media sosial.
Ada seorang anak memiliki 3000 teman di facebook. Ada juga yang memiliki ribuan penggemar di twitter. Hellow? Maksudnya apa? Kamu kenal semua? Bisa jadi mereka cuma akun robot atau bahkan akun-akun palsu yang memang bertujuan mencari mangsa para gadis remaja yang culun untuk kemudian dimanfaatkan.
Sudahi kebiasaan ini. Sortir segera pertemanan dengan orang-orang yang kamu kenal. Hindari mengekspos data-data pribadi di media sosial. Bahaya!

Ikut-ikutan Trend.
Apa ya trend hari ini? Ikut-ikutan ‘Challenge‘ tertentu, terus pasang photo di media sosial? Misalnya, trend berfoto bersama pasangan, ada gunanya ga sih? Atau misalnya, trend melakukan hal-hal aneh yang ekstrim dan membahayakan. Pikir baik-baik. Ada manfaatnya tidak? Percayalah, orang tuamu adalah orang yang pertama akan merasa sedih jika anaknya terjebak dalam arus sosial yang salah dan merusak masa depan.

Sudahlah mereka susah melahirkan, membesarkan, merawat, hingga menyekolahkan. Terus begitu kamu sedikit merasa bisa mandiri, kamu abaikan larangan mereka hanya demi ikutan trend?

Hei gadis remaja, media sosial bukan tempat berkeluh kesah. Tidak perlu seisi dunia tau siapa kamu, bagaimana kamu, dan ataukah kamu sedang putus atau gundah gulana hari ini. Dunia tidak akan peduli itu, kecuali orang yang telah melahirkan dan membesarkanmu!

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.