Press "Enter" to skip to content

Tangkal Survey Abal-abal dengan Cara Ini

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tangkal Survey Abal-abal dengan Cara Ini

Keberadaan lembaga survey, ibarat pedang bermata dua, disatu sisi dapat meningkatkan kualitas demokrasi, namun disisi lain justru menjadi momok bagi perkembangan demokrasi disebabkan karena adanya lembaga survey abal-abal yang merilis hasil survey berdasarkan pesanan dengan tujuan untuk menggiring opini publik.

Itu sebabnya, Anggota Dewan Etik Persepi (Perhimpunan Survey Opini Publik Indonesia), Hamdi Muluk menyarankan agar masyarakat tidak menelan mentah-mentah hasil survey yang dikeluarkan sebuah lembaga survey, tanpa terlebih dahulu mendeteksi seberapa kredibel lembaga survey tersebut.

“Untuk mengetahui kredibilitas dari sebuah lembaga survey sebenarnya mudah, yaitu dengan melihat apakah yang terlibat di dalamnya memiliki background akademik, selanjutnya apakah lembaganya kredibel, karena hal tersebut nantinya akan berpengaruh terhadap metodologinya,” papar Hamdi pada acara diskusi publik bertajuk “Survey dan Demokrasi” yang digelar di Gado-gado Boplo, kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada 09/03/2019.

Kredibilitas dan kapabilitas lembaga survery, tambah Hamdi, merupakan syarat utama yang harus dimiliki sebuah lembaga survey, karena hasil survey terkini yang dikeluarkan sebuah lembaga survey yang kredibel akan dapat membantu mempermudah masyarakat mengetahui latar belakang dari  kandidat yang dijagokannya.

Baca juga: Wiranto Tantang Prabowo dan Kivlan Zen Lakukan Sumpah Pocong

Jika masyarakat diharapkan tidak serta merta percaya pada hasil sebuah survey, terlebih awak media yang terikat dengan kode etik jurnalistik. Karena itu, wartawan berkewajiban untuk melacak kebenaran dari hasil sebuah survey hingga terkonfirmasi, termasuk melacak potensi kebohongan yang kemungkinan dilakukan oleh sebuah lembaga survey, demikian yang disampaikan Ketua AJI (Aliansi Jurnalis Independen), Abdul Manan pada acara yang sama.

“Wartawan dan media memiliki kewajiban untuk melaksanakan Undang-undang. Kita wajib menjalankan profesi jurnalisme yakni mengungkap kebenaran,” kata Abdul Manan.

Salah satu alat untuk mengungkap kredibilitas dari sebuah lembaga survey, menurut Ketua AJI ini adalah dengan menggali fakta objektif dan bersikap kritis terkait dengan syarat-syarat kredibilitas sebuah lembaga survey. Persoalannya, saat ini masih banyak wartawan yang tidak melakukan hal tersebut.

Tentang adanya lembaga survey abal-abal yang menggunakan metodologi tidak lazim dan tidak sesuai dengan teori, Komisioner KPU, Hasyim Asyari mengatakan, “Cuekin saja lembaga survey kayak gini. Nggak usah ditanggapin. Media juga nggak perlu ikut mempublikasikan hasil surveynya.”

tidak sesuai dengan teori, Komisioner KPU, Hasyim Asyari mengatakan, “Cuekin saja lembaga survey kayak gini. Nggak usah ditanggapin. Media juga nggak perlu ikut mempublikasikan hasil surveynya.”

Menurut Hasyim, lembaga survey semestinya mendeklarasikan latar belakang dan rekam jejaknya, agar publik tidak meragukan profesionalitas dan kapabilitasnya. “Penting kiranya bagi lembaga survey untuk mempublikasikan profil lembaganya, sumber biayanya dari mana untuk mengadakan survey tersebut serta metodologi apa yang digunakan. Hal tersebut penting untuk menjaga kredibilitas dari lembaga survey tersebut,” terang Hasyim. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.