Press "Enter" to skip to content

5 Isyu Hoaks yang Bikin Takut Jokowi

  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares
Jokowi Saat Berkampanye di Hadapan para Pendukungnya

Berbagai macam berita bohong terus mengiringi langkah Joko Widodo dalam upayanya untuk maju pada kontestasi Pilpres 2019. Celakanya, menurut calon petahana ini ada sekitar 9 juta orang yang mempercayai isyu hoaks tersebut, sehingga dia merasa perlu untuk meminta kepada para relawan agar memerangi berita bohong tersebut bersama-sama.

“Tidak di udara, darat, bahkan sudah mulai door to door menyebarkan fitnah kemana-mana. Untuk itu, saya titip agar direspon dengan cepat. Jangan takut melawan kabar hoax, fitnah. Harus berani, harus dilawan,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi dengan relawan Balad dan tokoh masyarakat di Villa Istana Bunga, Bandung, 20/03/2019.

Diantara sekian banyak berita bohong yang dihembuskan tentang dirinya, setidaknya ada 5 berita hoaks yang menurut Capres Nomor Urut 01 ini perlu diluruskan. Kelima isyu hoaks tersebut antara lain:

1. Larangan Adzan

Dihadapan para undangan yang hadir, Jokowi menegaskan bahwa isyu tersebut tidak masuk logika. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, mustahil untuk melarang dilantunkannya adzan di masjid-masjid dan mushollah-mushollah.

2. Pendidikan Agama akan Dihapus

Kampanye hitam yang dilakukan di Makassar oleh seorang ibu berhijab yang mengatakan jika Jokowi terpilih maka pendidikan agama akan dihapus, jelas sebuah fitnah. Celakanya, masih banyak orang yang percaya terhadap fitnah tersebut sehingga Jokowi merasa perlu untuk menyampaikan pesan kepada para relawan.

“Tugas Bapak Ibu, jelaskan itu secara sederhana dan mudah diterima. Nggak usah panjang-panjang. Pendidikan Agama dihapus logikanya dimana,” kata Jokowi.

3. Pernikahan Sesama Jenis Dilegalkan

Kampanye hitam yang menuduh Jokowi akan melegalkan pernikahan sesama jenis, salah satunya dihembuskan oleh 3 orang emak-emak di Karawang yang sempat viral di media sosial beberapa waktu yang lalu. Untuk itu, Jokowi berharap agar para ulama dapat menepis kabar bohong tersebut.

4. Kriminalisasi Ulama

Isyu tentang kriminalisasi ulama selama pemerintahan Jokowi sudah cukup lama berhembus dan sampai sekarang masih dimainkan. Menurut Jokowi, Indonesia adalah negara hukum dan semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Itu sebabnya, Jokowi dengan tegas mengatakan, jika ada ulama yang tidak bersalah dimasukkan ke dalam tahanan, maka dia sendiri yang akan langsung mengurus.

5. Antek Asing

Sama halnya isyu tentang kriminalisasi ulama, isyu tentang Antek Asing juga sudah lama berhembus dan sampai hari ini masih terus dihembuskan oleh pihak-pihak yang menghendaki Jokowi lengser. Isyu ini seringkali dibarengkan dengan banyaknya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia.

Untuk menangkal isyu tersebut, Jokowi meminta kepada para relawan bahwa dirinya bukan antek asing, karena dibawah kepemimpinannya pemerintah berhasil menguasai kepemilikan blok minyak yang telah puluhan tahun dikuasai asing, seperti Blok Rokan dan Mahakam.

“Akhir tahun 2018, 51,2 persen saham Freeport menjadi milik kita dan sekarang dikelola oleh PT Inalum yang merupakan salah satu BUMN kita. Selama 40 tahun Freeport hanya memberi 9 persen, nggak ada yang bilang antek asing. Begitu mayoritas saham kita ambil, kok kita dituding antek asing?” kata Jokowi. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.