Press "Enter" to skip to content

Kemasan Kondom Bergambar Jokowi-Ma’ruf, Merendahkan Simbol Negara

  • 12
  •  
  •  
  •  
  •  
    12
    Shares
Kemasan Kondom Bergambar Jokowi-Ma’ruf, Merendahkan Simbol Negara

Foto kemasan produk kondom bergambar Jokowi – Ma’ruf Amin, ramai beredar di lintas group WhatsApp. Diduga, foto tersebut pertama kali beredar di Gresik, Jawa Timur sebelum akhirnya meluas ke Lamongan dan daerah-daerah lain di sekitarnya.

Gambar Jokowi – Ma’ruf yang tertempel pada foto produk kondom tersebut sudah barang tentu membuat para pendukung petahana meradang. Direktur Program TKN (Tim Kampanye Nasional)  Jokowi – Ma’ruf, Aria Bima, menyebut bahwa tindakan pembuat foto tersebut tidak beradab.

“Ini sudah keterlaluan, tidak beradab dan tidak bermartabat. Harusnya jangan merendahkan. Pak Jokowi, Pak Prabowo, Pak Sandiaga dan Kiai Ma’ruf adalah calon simbol negara,” kata Aria. Itu artinya, si pembuat foto menurut politisi PDIP ini tidak memahami keadaban bangsa Indonesia. Aria khawatir, jika bangsa sendiri saja tidak menghormati simbol dan pemimpin, maka bangsa lain akan meremehkan bangsa Indonesia.

“Ini bukan soal kalau atau menang, tapi demi martabat dan keberadaban. Kita harus mewaspadai kebiadaban dengan cara seperti itu,” papar Aria disela-sela pelaksanaan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo pada 10/03/2019.

Senada dengan Aria Bima, Ketua Bravo-5 Jawa Timur, Ubaidillah Amin juga mengutuk keras tindakan pembuat foto tersebut. Itu sebabnya Gus Ubaid meminta kepada pihak yang berwenang agar segera mengusutnya.

“Kami yakin kampanye hitam ini sengaja mereka lakukan karena elektabilitas mereka terus merosot. Bukan hanya sekali dua kali kampanye hitam mereka lakukan, di Karawang, di Sulawesi emak-emak juga melakukan kampanye hitam. Ini fitnah yang ngawur dan keji,” papar Gus Ubaid.

Sebutan kampanye hitam yang biadab, juga dilontarkan oleh Koordinator Nasional Muda-Mudi Indonesia, Hudan Himura. “Kampanye semacam ini tidak hanya untuk merusak citra Jokowi dan Kyai Ma’ruf, tapi juga dapat merusak moral bangsa,” kata Hudan.

“Menjadikan foto mereka sebagai bungkus dan merek kondom, sangat tidak elok, bahkan keji,” tambah Hudan, karena menurutnya Jokowi merupakan simbol negara sedang Kiai Ma’ruf merupakan simbol ulama dan simbol moral. Sebagai pasangan capres-cawapres mereka adalah tokoh panutan dan putra terbaik bangsa.

Dengan beredarnya foto kemasan kondom bergambar Jokowi-Ma’ruf seolah mengesankan kalau Jokowi dan kiai Ma’ruf mendukung seks bebas. Karena itu, jika nanti terbukti foto tersebut dibuat oleh Tim Kampanye, relawan atau pendukung capres tertentu, Hudan meminta agar pihak yang berwajib melakukan tindakan hukum.

“Ini sangat mengerikan. Membuktikan adanya upaya terstruktur untuk menghancurkan semua sendi bangsa ini,” kata Hudan.

Berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan kubu petahana, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono justru meminta agar kubu Jokowi tidak terlalu berlebihan dalam merespon foto kemasan kondom bergambar Jokowi – Ma’ruf tersebut.

“Kondom gambar Jokowi – Ma’ruf kok panik sih. Nggak usah ribut-ribut ya,” kata Arief yang justru berpendapat bahwa seharusnya berterima kasih pada pembuat foto tersebut, karena kondom merupakan alat kontrasepsi yang digunakan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.

“Artinya kita diingatkan bahwa selama Pemerintahan Jokowi program KB gagal total yang membuat laju pertumbuhan penduduk semakin tinggi dan menyebabkan ledakan penduduk sehingga beban ekonomi nasional semakin berat,” papar Arief. Ironisnya, laju pertumbuhan penduduk tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan ekonomi sehingga kesejahteraan pendudukpun semakin menurun.

“Tapi karena pemikiran Tim TKN nggak sampai kesana, maka yang ada di pikiran mereka hanya yang negatif saja, mungkin karena sudah pasti kalah ya,” kata Arief sambil menambahkan bahwa program KB merupakan program utama Prabowo – Sandi guna menekan laju pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan SDM yang berkualitas.

Pendapat yang dilontarkan Arief Poyuono tersebut sudah barang tentu bukan pendapat BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo – Sandi, karena Direktur Advokasi dan Hukum BPN, Sufmi Dasco Ahmad pada 09/03/2019 menyampaikan bahwa BPN mendukung polisi untuk mengusut tuntas foto kondom bergambar Jokowi – Ma’ruf, karena pihak BPN sendiri juga tidak menghendaki jika hal yang sama menimpah pasangan calon nomor 02.

“”Kami setuju polisi mengusut tuntas kasus tersebut, agar perbuatan-perbuatan yang tidak etis tidak terjadi lagi. Kami juga tidak bisa membayangkan seandainya hal tersebut terjadi di paslon 02,” ungkap Sufmi.

“Ini fitnah yang kelewatan. Tidak ada etikanya. Silahkan saja penegak hukum menindaklanjuti, jangan-jangan ada pihak ketiga yang menyebarkan,” tambah Sufmi. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.