Press "Enter" to skip to content

Cerita Agum Gumelar tentang Pemecatan Prabowo dari Dinas Kemiliteran Bikin BPN dan Demokrat Meradang

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Agum Gumelar

Melalui video yang diunggah Ulin Ni’am Yusron di media sosial, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Agum Gumelar menjelaskan kronologi pemecatan Prabowo dari Dinas Kemiliteran oleh DKP (Dewan kehormatan Perwira) sekaligus menyentil Soesilo Bambang Yoedhoyono yang dianggapnya tidak punya prinsip.

Sentilan terhadap SBY tersebut disampaikan oleh Agum Gumelar lantara SBY ikut menandatangani Surat Keputusan DKP terkait pelanggaran HAM Prabowo yang berbuntut pada pemecatannya dari dinas kemiliteran, namun kini SBY justru mendukung pencalonan Prabowo sebagai presiden.

Cerita Agum Gumelar dalam video tersebut sontak membuat BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo – Sandi meradang, begitu juga dengan Partai Demokrat. Juru Bicara BPN, Fery Juliantoro bahkan menantang Agum untuk tidak hanya berbicara tentang sidang pemecatan Prabowo tapi membawanya ke Mahkamah Internasional.

Ferry juga mempertanyakan, jika Agum memang tahu Prabowo ikut terlibat dalam penghilangan paksa 13 aktivis, mengapa selama ini terkesan ditutup-tutupi? Itu sebabnya, penyembunyian fakta tersebut menurut Ferry bisa menjadi bola liar bagi Agum yang bakal berbalik menyerang dirinya sendiri.

“Masa peristiwa yang terjadi beberapa puluh tahun yang lalu baru diungkap sekarang?” kata Ferry di Seknas Prabowo – Sandi, Menteng, Jakarta pada 12/03/2019. Karena itu dia menduga Agum memiliki motif memojokkan Prabowo jelang pelaksanaan Pilpres 2019.

Dugaan bahwa cerita Agum memiliki motif politik juga disampaikan oleh Politisi PKS, Nasir Djamil di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada 12/03/2019. “Kalau yang bersangkutan punya bukti, apalagi dalam bentuk rekaman video dan sebagainya, sampaikan saja.”

Kalaupun Agum memiliki bukti, pengungkapan kasus penculikan aktivis yang terjadi pada tahun 1998, menurut Nasir akan percuma. Itu sebabnya dia berkesimpulan bahwa cerita Agum memiliki motif politik.

“Disampaikan kepada siapa? Dulu kita punya Mahkamah Rekonsiliasi, barangkali bisa disampaiklan kesitu, tapi sekarang sudah tidak ada,” papar Nasir.

Bagi Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, cerita Agum tentang pemecatan Prabowo adalah cerita kuno yang sengaja dihembuskan jelang kontestasi Pilpres. “Itu cerita kuno yang diputar lagi,” kata Amien di kantor Seknas Prabowo – Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, 12/03/2019.

Baca juga: Pengkhianat-Pengkhianat Prabowo!

Amien Rais juga menambahkan bahwa Prabowo lebih tahu tentang peristiwa tersebut dibandingkan Agum Gumelar.

Sementara dari kubu Partai Demokrat melalui Sekjen  partainya, Hinca Pandjaitan mengungkapkan bahwa cerita Agum terkait pemecatan Prabowo dari Dinas Kemiliteran tidak elok.

“Nggak bijak menarik-narik masa lalu ke depan, apalagi yang mengetahui hanya sebagian orang,” kata Hinca di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, 12/03/2019. “Tolong tonjolkan sesuatu yang baik dan bukan yang tidak baik.”

Terkait tuduhan Agum bahwa SBY tidak memiliki prinsip, Hinca mengingatkan agar kontestasi Pilpres dapat menghadirkan nuansa positif dan bukan nuansa yang negatif. Karena itu, semua pihak diharapkan dapat berlaku fair dengan tidak membuat kegaduhan publik.

“Pemilu itu pesta rakyat, pesta yang fair. Tunjukkan hal-hal yang baik, apa keunggulan calon A dan apa keunggulan calon B,” pungkas anggota komisi III DPR ini. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.