Press "Enter" to skip to content

Tantang Menantang Lembaga Survey, Terkait Metodologi dan Sumber Pendanaan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tantang Menantang Lembaga Survey

Merasa ditantang oleh sejumlah lembaga survey untuk membuka data dan metodologi survey internal yang dilakukan BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo – Sandi, juru bicara BPN, Andre Rosiade balik menantang lembaga-lembaga survey yang memenangkan pasangan Jokowi – Ma’ruf dalam Quick Count agar mempublikasikan sumber pendanaan mereka.

“Bukan hanya metodologinya, duitnya lembaga survey juga perlu dipertanyakan, siapa yang membiayai? Mungkin nggak lembaga survey mengeluarkan uang dari kantong sendiri?” papar Andre, di Rumah Kertanegara, Kebayoran Baru, Jaksel, 21/04/2019.

Persoalan dana menurut Andre perlu dipertanyakan, karena anggaran yang dibutuhkan untuk penghitungan suara Pilpres tidak sedikit. Terlebih lembaga-lembaga survey yang terhimpun dalam Persepi (Perhimpunan Survey Opini Publik Indonesia) mengadakan survey hingga beberapa kali sebelum pelaksanaan Pemilu 2019.

“Metodologi fine. Tapi publik merasa perlu tahu, apa mungkin survey dilakukan beerkali-kali, dari sebelum hingga sesudah Pemilu, lalu quick count, itu butuh miliaran rupiah. Uangnya darimana? Apa mungkin uang keluar dari kantong mereka sendiri? Itu perlu dipertanyakan,” tegas Andre.

Menjawab pertanyaan yang dilontarkan juru bicara BPN, Persepi bukannya membuka sumber anggaran untuk mendanai pelaksanaan survey dan quick count, tapi malah balik menantang BPN untuk membuka terlebih dahulu sumber dana yang digunakan.

Melalui ketua umumnya, Philips Vermonte, Persepi menyampaikan akan mempublish sumber pendanaan yang dipakai untuk survey jika BPN membukanya terlebih dahulu. “Boleh saja selama BPN membuka dana dari apa yang telah mereka lakukan. Menurut saya, soal dana lebih besar di partai politik,” kata Philips.

Ketua umum Persepi ini juga menambahkan bahwa hasil quick count dan exit poll yang dirilis lembaga-lembaga survey yang tergabung dalam Persepi, dapat dicek karena sifatnya terbuka. Bahkan, BPN dapat melakukan crossceck hasil yang telah dirilis menggunakan formulir C1 Plano.

“Jika orang Persepi tidak memiliki intergritas dan tidak melakukan proses quick count dan exit poll sesuai dengan standar ilmiah dan memenuhi standar integritas, kan bisa kelihatan. Formulir C1 Planonya ada, bisa dicrossceck, ditabrakkan dengan daerah tempat pemungutan suara terkait,” terang Philips.

Itu sebabnya, dalam penilaian Philips, letak persoalannya bukan hasil quick count atau exit pol yang dirilis lembaga-lembaga survey Persepi, melainkan karena hasil tersebut tidak sesuai dengan keinginan dan harapan dari pihak tertentu.

“Ketika hasil quick count sama dengan keinginannya, mereka mengatakan kalau lembaga survey tersebut kredibel, tidak dibayar dan penuh integritas. Tapi ketika hasil quick count tidak sesuai dengan keinginannya, mereka akan mengatakan kalau lembaga survey tersebut tidak memiliki intregritas,” kata Philips. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.