Press "Enter" to skip to content

Jokowi – Ma’ruf Kalah di Madura, Ini Jawaban La Nyalla Saat Ditagih Janji Potong Leher

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
La Nyalla Mattalitti

Tidak hanya mengklaim keunggulan Capres nomor urut 02 di Pulau Madura dengan perolehan suara sekitar 75 – 80 persen, Ketua DPP Partai Gerindra, Mohammad Nizar Zahro juga menagih janji La Nyalla Mattaliti saat berada di kediaman KH. Ma’ruf Amin pada 11/12/2018 yang mengatakan akan memotong lehernya apabila Prabowo menang di Madura.

Menanggapi kalimat Nizar Zahro, La Nyalla Mattalitti, mantan kader Gerindra yang membelot ke kubu Jokowi tersebut menyampaikan bahwa tantangan yang disampaikannya bukan tertuju ke kubu Prabowo – Sandi ataupun masyarakat Madura, melainkan tertuju pada internal kader serta anggotanya.

“Saya memimpin beberapa yayasan dan organisasi, seperti Kadin, Pemuda Pancasila, KONI serta Yayasan La Nyalla Academia yang sudah berkiprah selama 20 tahun di Jawa Timur. Saya memiliki kader yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur termasuk di Madura,” kata La Nyalla pada 22/04/2019.

Terkait dengan kalimat “potong leher’ yang pernah disampaikannya, menurut Ketua MPW Pemuda Pancasila Jatim ini adalah bahasa dan cara berkomunikasi di kalangan internal anggota dan kader-kadernya.

“Kalimat tersebut untuk menegaskan agar mereka tahu bahwa saya totalitas dan tidak main-main. Kalau secara khusus menantang orang Madura, untuk apa? Saya memiliki anggota dan kader di Madura. Saya juga memiliki keluarga di Madura. Anak saya adalah Ketua Sapma Pemuda Pancasila Jatim yang juga berdarah Madura,” terang La Nyalla.

Menurut Ketua Kadin Jatim ini, bahasa tersebut merupakan bahasa komando yang diinstruksikan kepada para anggota dan kadernya. “Jadi, yang bukan anggota dan kader saya, tidak perlu ikut berkomentar,” tegas La Nyalla.

Terlepas dari janji ‘potong leher’ yang pernah disampaikan La Nyalla Mattalitti, sebagaimana klaim dari Mohammad Nizar Zahro, kondisi Madura masih sama dengan Pilpres 2014 yang merupakan lumbung suara bagi Prabowo.

“Total suara yang diperoleh capres nomor urut dua kalau ditotal rata-rata sekitar 75 – 85 persen. Orang Madura cerdas, meskipun dibombardir apapun oleh petahana, tetap ingin ganti presiden,” papar Ketua DPP Partai Gerindra ini pada 22/04/2019. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.