Press "Enter" to skip to content

Empat Kelemahan Situng Menurut Fadli Zon

  •  
  •  
  •  
  •  
Fadli Zon

Sejumlah kelemahan Situng (Sistem Informasi Penghitung Suara) yang dibangun KPU (Komisi Pemilihan Umum), diungkap oleh Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, seusai melakukan kunjungan ke Kantor KPU  di Menteng, Jakarta Pusat, pada 03/05/2019.

“Terdapat sejumlah hal yang menurut saya masih menjadi tanda tanya dan menjadi kelemahan dari sistem yang ada,” ungkap anggota Dewan Pengarah BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo – Sandi ini.

Berikut sejumlah kelemahan Situng menurut penilaian Fadli Zon:

1. Tidak Ada Sistem yang Bisa Mengoreksi

Akibat tidak adanya sistem yang bisa mengoreksi secara langsung, membuat terjadinya kesalahan input scan data C1 ke Situng, tidak dapat terkoreksi secara otomatis oleh sistem, tapi harus dilakukan secara manual oleh petugas di kabupaten.

“Contohnya, jika 120 ditulis 1200, saat saya tanyakan, kenapa tidak ada rejection, sementara kita tahu kalau jumlah pemilih hanya 3 digit? Hal tersebut tidak dapat dijawab oleh KPU lewat sistem yang ada,” kata Fadli.

2. Kesalahan Input Data C1 Hanya Bisa Dikoreksi di Tingkat Kecamatan atau Kabupaten/Kota

Kelemahan tersebut menjadikan kesalahan penulisan data pada formulir C1 tetap dapat diinput sevagai entry data Situng. Padahal, terjadinya kesalahan entry data mempengaruhi grafik perolehan suara.

3. Petugas Penginput dan Petugas yang Memverifikasi adalah Orang yang Sama

Mereka yang menginput data Situng juga bertugas melakukan verifikasi entry data Situng. Karena dua tugas yang berbeda dilakukan oleh orang yang sama muncul kekhawatiran adanya konflik kepentingan.

“Ketika mengecek langsung, tadi kita sampaikan di lapangan. Mereka yang tugasnya melakukan input data juga ikut melakukan verifikasi, sehingga hasilnya ada kemungkinan tidak akurat. Ini kenyataan yang terjadi,” papar Fadli.

4. Memori Situng Kurang Besar

Karena kapasitas memori Situng yang sangat terbatas, membuat scan gambar formulir C1 tidak semuanya dapat dimuat dalam Situng. Hal ini membuat entry data Situng tidak semuanya dilengkapi dengan scan formulir C1 dan hanya dalam bentuk angka.

“Menurut saya,  ini suatu hal yang sangat amatiran. Untuk tingkat negara, seharusnya tidak boleh ada hal seperti itu. Seharusnya, sebelum Situng diluncurkan, dihitung dahulu berapa kapasitas memori yang dibutuhkan, bandwidth yang diperlukan,” ungkap Fadli. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.