Press "Enter" to skip to content

Kivlan Zen: SBY Licik! SBY Nggak Jelas Kelaminnya!

  •  
  •  
  •  
  •  
Kivlan Zen

Kalimat pedas diucapkan Kivlan Zen yang ditujukan kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono. Kalimat kasar bernada merendahkan tersebut diucapkan purnawirawan jenderal bintang dua ini disela-sela melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu, JL. Thamrin, Jakarta Pusat, 09/05/2019.

Sebelum menghujat Presiden RI ke-6, Kivlan terlebih dahulu menyerang Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief. Seperti diketahui, Andi Arief lewat akun twitternya sempat menuliskan cuitan tentang ‘setan gundul’ yang memberi masukan sesat kepada Prabowo.

“Dalam Koalisi Adil Makmur, ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya dan rakyat. Dalam perjalanannya, muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi, dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan gundul ini yang memasok kesesatan menang 82 persen,” demikian isi cuitan Arief yang ditulis pada 06/05/2019.

Menanggapi cuitan Wasekjen Partai Demokrat tersebut, Kivlan mengatakan bahwa Andi Arieflah ‘setan gundul’ tersebut.

“Dia itulah yang setan gundul. Andi Arief setan gundul, dia yang setan. Masak kita dibilang setan gundul,” kata Kivlan.

Tidak cukup hanya dengan menyerang Andi Arief, Kivlan Zen selanjutnya memojokkan Partai Demokrat dan merendahkan SBY (Soesilo Bambang Yudhoyono) dengan menuduh SBY tidak menghendaki Prabowo jadi capres.

“Orang-orang Partai Demokrat nggak jelas kelaminnya, SBY nggak jelas kelaminnya, dia mau mencopot Prabowo supaya jangan jadi calon presiden dengan gayanya segala macam cara,” ujar Kivlan.

Tidak berhenti sampai disitu, Kivlan juga mengatakan kalau SBY adalah mantan muridnya serta menuduh SBY memiliki sifat licik.

“Saya tahu sifatnya, mereka ini saling bersaing antara SBY dan Prabowo. Dia tidak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik. Sampaikan saja bahwa SBY licik. Dia junior saya. Saya yang mendidik dia. Saya tahu dia orangnya licik. Dia mendukung 01 waktu menang di tahun 2014,” kata Kivlan panjang lebar.

Menanggapi kalimat tidak pantas yang diucapkan Kivlan Zen, kubu Partai Demokrat sudah barang tentu tidak terima dan balik menyerang purnawirawan jenderal berbintang dua tersebut.

“Kivlan harusnya berkaca. SBY itu nggak pernah jadi muridnya. Kivlan Zen tidak lebih pintar dari SBY. Kalau lebih pintar, dia harusnya sudah jadi presiden dan bintangnya sudah empat,” kata Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon.

Kalimat Jansen tersebut bernada sindiran, karena saat mengakhiri karir militernya, SBY berpangkat Letnan Jenderal dengan bintang 3 serta mendapat gelar jenderal kehormatan bintang 4, sementara Kivlan Zen saat mengakhiri karir militernya hanya berpangkat Mayor Jenderal dengan menyandang bintang 2.

Lebih lanjut Jansen menyampaikan bahwa serangan Kivlan ke Partai Demokrat dan ke pribadi SBY sangat tidak tepat. “Kenapa kok nyerang Demokrat? Harusnya yang diserang setan gundul yang memberikan masukan yang sesat pada Prabowo. Sebab tidak mungkin Prabowo menang 62 persen, termasuk pak Jokowi pun tidak mungkin menang segitu,” ujar Jansen. (AGK)

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DaimcaNews © 2018-2019.